Beranda Headline

Talkshow Hari Jadi Kabupaten Jombang ke-115 Bahas Peran Generasi Emas untuk Wonosalam Maju.

Suksesinasional.com JOMBANG – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-115 Pemerintah Kabupaten Jombang, digelar sebuah acara Talkshow Generasi Emas Jombang dengan tema “Strategi Jitu Menuju Wonosalam Maju”. Kegiatan ini berlangsung di Pendopo Kabupaten Jombang pada Selasa (21/10/2025) dan menghadirkan berbagai tokoh penting, akademisi, pelaku usaha, serta masyarakat dari berbagai kalangan yang memiliki perhatian terhadap kemajuan daerah, khususnya kawasan Wonosalam.

Acara talkshow ini menghadirkan dua narasumber utama dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, yaitu Prof. Agus Muhammad Hatta, S.T., M.Si., Ph.D., yang merupakan Wakil Rektor IV ITS Surabaya, serta Prof. Dr. Ir. Mokh. Suef, MSc (Eng), Kepala Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS Surabaya. Kedua narasumber tersebut menyampaikan berbagai pandangan, gagasan, dan strategi mengenai bagaimana generasi muda dapat berperan aktif dalam mendorong percepatan pembangunan Wonosalam yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Talkshow yang dipandu oleh Arie dari Jombang FM ini turut disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube JombangKab, sehingga masyarakat luas dapat mengikuti dan mendapatkan inspirasi dari diskusi yang berlangsung. Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah pihak, antara lain perwakilan asosiasi pariwisata, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, akademisi, serta kepala desa dari wilayah Kecamatan Wonosalam dan sekitarnya. Kehadiran berbagai elemen tersebut menjadi bukti bahwa semangat untuk membangun Wonosalam merupakan tanggung jawab bersama.

Dalam kesempatan itu, Staf Ahli Bidang Keuangan, Ekonomi, dan Pembangunan Kabupaten Jombang, Sri Surjati, hadir mewakili Bupati Jombang untuk memberikan sambutan. Ia menyampaikan bahwa Wonosalam merupakan wilayah dengan potensi yang sangat besar dan strategis bagi kemajuan Kabupaten Jombang secara keseluruhan.

“Wonosalam adalah bagian penting dari Kabupaten Jombang yang memiliki potensi luar biasa. Tanahnya subur, udaranya sejuk, dan menghasilkan komoditas unggulan seperti kopi dan durian yang dikenal hingga ke luar daerah. Selain itu, masyarakatnya dikenal ramah, religius, serta menjunjung tinggi semangat gotong royong. Semua ini merupakan modal utama untuk membangun daerah yang lebih maju dan sejahtera,” tutur Sri Surjati dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa salah satu kunci kemajuan Wonosalam adalah keterlibatan generasi muda sebagai agen perubahan. Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut berperan aktif dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, ekonomi kreatif, teknologi, hingga pelestarian lingkungan dan budaya lokal.

“Generasi emas memiliki peran penting dalam membangun masa depan Wonosalam. Mereka dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan agar kompetensi dan kreativitas semakin berkembang. Dengan begitu, mereka dapat menjadi penggerak ekonomi dan inovasi yang mampu membawa Wonosalam menuju kemandirian dan kesejahteraan,” lanjutnya.

Baca Juga :  Puncak Pesta Mapanre RI Tasie Memukau Ribuan Pengunjung di Pantai Pagatan

Selain membahas tentang peran generasi muda, talkshow ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat. Para narasumber menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Wonosalam tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan kerja sama lintas sektor yang saling menguatkan.

Prof. Agus Muhammad Hatta dalam pemaparannya menekankan pentingnya penerapan teknologi tepat guna dalam mengelola potensi lokal. Menurutnya, potensi alam yang melimpah di Wonosalam seperti pertanian, perkebunan, dan pariwisata harus dikembangkan dengan pendekatan inovatif agar bernilai tambah tinggi dan berkelanjutan.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Mokh. Suef, MSc (Eng) menyoroti aspek pemberdayaan masyarakat dan pengembangan sumber daya manusia. Ia menyampaikan bahwa masyarakat Wonosalam memiliki semangat kerja dan solidaritas yang tinggi, dan hal tersebut harus terus diperkuat melalui pelatihan, pendampingan, serta penguatan kapasitas UMKM agar ekonomi lokal dapat tumbuh secara mandiri.

Para peserta talkshow juga diajak berdiskusi mengenai tantangan dan peluang pengembangan pariwisata berkelanjutan di Wonosalam. Dengan keindahan alam, udara sejuk, serta potensi wisata agro seperti kebun kopi dan durian, kawasan ini dinilai sangat potensial menjadi destinasi unggulan di Kabupaten Jombang. Namun, hal tersebut tentu harus diimbangi dengan pengelolaan yang bijak dan pelestarian lingkungan agar keberlanjutannya tetap terjaga.

Dalam sesi akhir talkshow, Sri Surjati kembali menegaskan bahwa pembangunan Wonosalam membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Generasi muda diharapkan menjadi fasilitator sekaligus motivator bagi masyarakat dalam mengembangkan potensi daerahnya. Kolaborasi antara generasi muda, pemerintah, dan stakeholder lainnya menjadi kunci utama untuk mencapai tujuan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga menjadi langkah konkret menuju perubahan nyata. Melalui kolaborasi lintas sektor dan semangat generasi muda, Wonosalam diyakini dapat tumbuh menjadi kawasan yang maju, mandiri, dan menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Jombang.

Talkshow Generasi Emas Jombang menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen bersama dalam membangun daerah dengan semangat gotong royong, inovasi, dan sinergi. Dengan potensi yang melimpah dan generasi muda yang kreatif, Jombang, khususnya Wonosalam, diharapkan dapat terus berkembang menuju masa depan yang lebih cerah, berdaya saing, dan sejahtera.(lil)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini