Suksesi Nasional, Lamongan-Program Koperasi Desa Merah Putih ( KDMP ) yang dilakukan Pemerintah Pusat terus berlangsung. Program tersebut diharapkan mampu mendorong perekonomian di masyarakat hingga pelosok desa. Keberadaan KDMP tentukan juga mewujudkan pemerataan ekonomi, utamanya kalangan menengah kebawah. Meski demikian program tersebut masih perlu adanya perbaikan dan tekhnis kedepanya, sehingga masyarakat benar-benar bisa merasakan dengan adanya KDMP.
Terkait itu, Lembaga Survei dan Riset Citra Himalaya merilis hasil penelitian terbaru mengenai persepsi masyarakat Kabupaten Lamongan terhadap keberadaan dan efektivitas program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Riset tersebut dilakukan terhadap 1.780 responden yang tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Lamongan.
Hasil survei menunjukkan bahwa 99,5% masyarakat telah mengetahui program KDMP, menandakan bahwa program ini memiliki tingkat sosialisasi yang sangat tinggi di tingkat akar rumput.
Lebih lanjut, 50,6% responden menyatakan telah menggunakan layanan KDMP yang mencakup di antaranya layanan simpan pinjam serta penyediaan kebutuhan logistik masyarakat desa. Dari kelompok pengguna tersebut, KDMP memperoleh tingkat kepuasan mencapai 99,7%.
Berdasarkan analisis lembaga riset, mayoritas pengguna layanan KDMP mengakses program tersebut untuk memenuhi kebutuhan logistik keluarga. Hal ini menunjukkan peran penting koperasi desa dalam menunjang kebutuhan ekonomi masyarakat secara langsung.
Direktur Utama Citra Himalaya Maulana Rohis Putra mengungkapkan bahwa tingginya tingkat kepuasan masyarakat menunjukkan efektivitas KDMP sebagai motor ekonomi desa.
“Data ini membuktikan bahwa KDMP diterima masyarakat karena benar-benar membantu kebutuhan sehari-hari. Namun pemerintah tetap perlu melakukan evaluasi agar pengembangan KDMP semakin merata dan produknya semakin lengkap,” ungkapnya.
Meski mendapatkan penilaian positif, survei juga mencatat bahwa pemerataan pembangunan sarana dan ketersediaan barang di KDMP masih perlu ditingkatkan di sejumlah wilayah.
Citra Himalaya menilai bahwa peningkatan layanan, kolaborasi dengan UMKM, dan optimalisasi distribusi produk akan berdampak pada peningkatan ekonomi mikro dan makro di Kabupaten Lamongan.
Dengan temuan ini, Citra Himalaya mendorong pemerintah daerah untuk menggunakan hasil riset sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan.
“Kebijakan yang disusun tanpa riset rentan tidak tepat sasaran. Kami berharap hasil survei menjadi dasar perbaikan dan pengembangan KDMP agar manfaatnya semakin luas dan maksimal,” tambah Rohis.
Rilis resmi hasil survei Citra Himalaya ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku ekonomi desa, UMKM, dan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis desa.(rul).





