Beranda Headline

RSUD dr Iskak TulungagungTambah Alat Hemodialisa, Antrean Pasien Cuci Darah Capai 100 Orang perhari

 

 

 

Suksesi nasional.com Tulungagung- RSUD dr Iskak Tulungagung Rumah Sakit Umum Daerah menambah jumlah alat hemodialisa di perkiraan sampai 50 unit di tahun 2026 guna mengurangi panjangnya antrean pasien cuci darah yang saat ini mencapai lebih dari 100 perhari

 

Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung, dr Zuhrotul Aini, Senin (2/2), mengungkapkan pengadaan mesin hemodialisa tersebut sudah mendesak. Apalagi saat ini jumlah antrean untuk penggunaan mesin tersebut mencapai 100 pasien per hari.

 

“Tambahnya 40 sampai 50 unit. Ini sedang dihitung jumlah kebutuhannya,” ujarnya.

 

Menurut dia, penambahan unit mesin hemodialisa yang disebut dializer tersebut juga otomotaif akan menambah unit ruang baru di RSUD dr Iskak Tulungagung. “Karena itu harus membangun tempat baru. Saat ini untuk tempat baru itu sedang dihitung dan dikonsultasikan dengan konsultan bangunan medis, selain juga dari universitas dan juga dari Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung dan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim,” sambungnya.

 

Dokter Zuhrotul Aini menyebut pengadaan mesin hemodialisa baru itu akan dilakukan secara bertahap. Utamanya, penambahan 20 unit terlebih dulu yang akan ditempatkan di ruangan yang sudah ada di lantai dua. “Kemudian untuk lokasi baru karena yang dilantai dua sudah sempit, yakni di timurnya Ruangan Melati yang saat ini untuk parkir karyawan,” bebernya.

 

Sebelumnya, dr Zuhrotul Aini mengatakan saat ini jumlah mesin hemodialisa di RSUD dr Iskak Tulungagung sebanyak 35 unit. Jumlah tersebut tidak bisa memenuhi kebutuhan pasien gagal ginjal yang sudah antre per harinya mencapai 100 pasien.

Baca Juga :  LPPTKA BKPRMI Tanah Bumbu Wisuda 79 Santri di Kecamatan Karang Bintang

 

 

“35 mesin sekalarang itu memenuhi sehari sekitar 100 pasien. Mesinnya jalan tiga kali. Ini akan kita kembangkan insya Allah bisa dua kali,” tuturnya.

 

Diakui dia, saat ini sejumlah rumah sakit di Tulungagung seperti RSUD dr Iskak, RS Bayangkara dan RSI yang mempunyai mesin hemodialisa belum bisa memenuhi kebutuhan pasien gagal ginjal. Hal ini karena jumlah mesin hemodialisa yang masih terbatas.

 

Dokter Zuhrotul Aini selanjutnya membeberkan pula jika rencana penambahan mesin hemodialisa berkonsekuensi dengan penambahan tenaga perawat yang mahir hemodialisa. Saat ini RSUD dr Iskak Tulungagung sedang berkoordinasi dengan penyelenggara pelatihan untuk perawat tersebut seperti di antaranya RSUD dr Soetomo Surabaya, UGM dan RSSA Malang.

 

“Kita sudah mendaftarkan perawat kita untuk di lakukan pelatihan. Lama pelatihan satu perawat selama tiga bulan. Ini sudah saya daftarkan untuk sementara 17 perawat untuk menambah yang sampai 20 perawat. Setelah itu akan daftarkan lagi. Itu pun ngantre paling cepat Maret mereka baru bisa masuk,” jelasnya.

 

Soal asal pasien gagal ginjal pengguna mesin hemodialisa yang terbanyak, perempuan berjilbab ini menyebut paling banyak berasal dari Tulungagung. Kemudian ada yang rujukan dari Trenggalek dan kabupaten lainnya. “Ya ada dari kabupaten lain, kan nggak bisa harus asal Tulungagung sendiri,”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini