Tulungagung, Suksesi Nasional.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Wajak Lor, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan Rembuk Stunting sebagai langkah bersama dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting di tingkat desa, Rabu (14/1/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di balai desa tersebut dihadiri oleh kepala desa beserta perangkat, kader kesehatan, kader posyandu, perwakilan masyarakat, serta berbagai unsur terkait yang memiliki peran dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak.
Rembuk Stunting ini menjadi forum diskusi strategis yang bertujuan untuk menyatukan komitmen serta merumuskan langkah konkret dalam menekan angka stunting di Desa Wajak Lor. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menggali berbagai masukan dan usulan program dari masyarakat terkait upaya pencegahan gizi buruk pada anak.
Kepala Desa Wajak Lor, Aries Febryanto, mengatakan bahwa kegiatan Rembuk Stunting merupakan salah satu tahapan penting dalam rangkaian pramusyawarah desa untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa tahun 2027.
Menurutnya, melalui forum ini pemerintah desa dapat mengidentifikasi berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak, sekaligus menentukan program prioritas yang akan dilaksanakan pada tahun mendatang.
“Rembuk Stunting ini menjadi bagian dari proses perencanaan pembangunan desa. Melalui forum ini kita dapat menyusun langkah bersama agar program pencegahan stunting dapat berjalan lebih terarah dan tepat sasaran,” ujarnya.
Aries menegaskan bahwa permasalahan stunting tidak dapat ditangani oleh pemerintah desa saja, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
“Saya menekankan pentingnya kolaborasi dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat untuk mengurangi angka stunting di Desa Wajak Lor. Stunting ini adalah masalah serius bagi pertumbuhan anak-anak kita,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga dapat mempengaruhi perkembangan kognitif dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Oleh karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini, mulai dari masa kehamilan hingga masa pertumbuhan anak.
Dalam kesempatan tersebut, Aries juga menyampaikan bahwa Pemerintah Desa Wajak Lor telah berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program pencegahan stunting melalui sejumlah kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Program tersebut di antaranya berupa pelatihan bagi kader dan masyarakat mengenai pola hidup sehat, pemenuhan gizi seimbang bagi ibu hamil dan balita, serta pemberian makanan tambahan dan vitamin bagi anak-anak yang membutuhkan.
Selain itu, pemerintah desa juga berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak melalui kegiatan posyandu yang rutin dilaksanakan di setiap wilayah.
“Melalui berbagai program tersebut, kami berharap upaya pencegahan stunting di Desa Wajak Lor dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Pemerintah desa juga terus memperkuat koordinasi dan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk tenaga kesehatan, kader posyandu, serta stakeholder terkait lainnya untuk memastikan setiap program dapat berjalan dengan baik.
“Selain itu, memperkuat sinergitas dengan stakeholder yang ada demi perlindungan masyarakat dari ancaman stunting,” tutup Aries.
Melalui kegiatan Rembuk Stunting ini, diharapkan seluruh pihak dapat memiliki komitmen bersama dalam mendukung upaya pencegahan stunting sehingga generasi masa depan Desa Wajak Lor dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas. (Darno)




