Beranda Headline

Gelar Kupatan, Masyarakat kelurahan kepatihan Menjaga Tradisi dan Melestarikan Budaya

 

 

Suksesinasional. Com Tulungagung – Kelurahan Kepatihan bersama bhabinkamtibmas,perangkat, hadiri Tradisi kupatan sebagai bentuk kearifan lokal menjadi salah satu warisan budaya yang masih dilestarikan oleh masyarakat Kelurahan Kepatihan Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung. Tradisi ini telah berlangsung secara turun-temurun dari para leluhur dan terus dijaga keberadaannya hingga kini.

 

Kupatan tidak hanya sekadar perayaan setelah Hari Raya Idulfitri, tetapi juga menjadi bentuk upaya masyarakat untuk uri-uri ( melestarikan ) budaya Jawa agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Sebagai orang Jawa, sudah sepatutnya kita menjaga dan mempertahankan tradisi sebagai bagian dari identitas budaya. Mengutip pepatah Jowo ” naliko kita njaga tradisi, kita sejatine lagi njaga jati diri ” dan amarga kaya paribasan ” Wong Jawa aja nganti ilang Jawane “.

Selain itu, tradisi kupatan juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar memahami makna simbolis di dalamnya. Kupat sendiri sering dimaknai sebagai “ngaku lepat” ( mengakui kesalahan ) dan “laku papat”, yaitu empat tindakan: Lebaran, Luberan, Leburan, dan Laburan. Nilai-nilai ini menjadi pengingat agar manusia senantiasa rendah hati, saling memaafkan, dan menjaga hubungan baik dengan sesama.

Baca Juga :  60 Unit Kendaraan Roda Tiga Kelengkapan KDKMP Didistribusikan pada 30 Desa di Lamongan

Seperti pepatah Jawa, “wong Jawa aja nganti ilang Jawane,” yang mengandung makna bahwa jati diri dan budaya tidak boleh hilang. Saat kita menjaga tradisi, sejatinya kita juga sedang menjaga identitas diri.

 

Pelaksanaan acara kupatan di kelurahan kepatihan hari minggu pagi ada empat lokasi ,RT 01 RW 09 ,RT 03 RW09, RT 06 RW 09 ,RT 03 RW 08 dan disambut dengan antusias oleh warga. turut berpartisipasi, bersama para penggiat pemuda yang aktif membantu jalannya kegiatan. Kebersamaan dan gotong royong tampak jelas dalam setiap rangkaian acara yang digelar pada minggu ( 29/3 /2026)

 

Lurah kepatihan Rio Hendrawan Nusantara menyampaikan bahwa kegiatan kupatan ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi antarwarga, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenalkan tradisi kepada generasi muda agar tetap mencintai budaya lokal juga mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini. Ia berharap tradisi kupatan dapat terus dilestarikan dan menjadi agenda rutin setiap tahun sebagai wujud kebersamaan dan kekompakan masyarakat(hr)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini