Beranda Tulungagung

Posyandu Jiwa Desa Bono Jadi Garda Terdepan Pendampingan ODGJ dan Keluarganya

Tulungagung, Suksesi Nasional.com – Pemerintah Desa Bono, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, terus memperkuat pelayanan kesehatan bagi warga yang tergolong Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) melalui pelaksanaan Posyandu Kesehatan Jiwa yang digelar secara rutin setiap bulan.

Program yang telah menjadi agenda tetap desa tersebut bertujuan memastikan para penyandang gangguan jiwa mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan, baik dari sisi kesehatan fisik maupun mental.

Dalam setiap kegiatan, peserta memperoleh berbagai layanan, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, pemberian obat-obatan, konsultasi kesehatan jiwa, hingga pendampingan bagi keluarga pasien agar proses perawatan di rumah dapat berjalan lebih optimal.

Kepala Desa Bono, Moch. Moezamil, mengatakan Posyandu Kesehatan Jiwa dilaksanakan secara rutin pada Kamis di minggu terakhir setiap bulan dengan melibatkan kader kesehatan, bidan desa, serta tenaga perawat.

“Posyandu kesehatan jiwa ini rutin kami laksanakan setiap bulan pada hari Kamis minggu terakhir. Saat ini tercatat ada 36 peserta yang mengikuti program tersebut,” ujar Moezamil, Kamis (25/6/2026).

Menurutnya, keterlibatan tenaga kesehatan dan kader desa menjadi faktor penting untuk memastikan pelayanan dan penanganan yang diberikan kepada peserta berjalan maksimal serta tepat sasaran.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar program administratif, melainkan bentuk tanggung jawab pemerintah desa dalam memenuhi hak kesehatan seluruh warga, termasuk kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus.

Baca Juga :  Tempat Penyulingan Daun Cengkeh di Kecamatan Pagerwojo Terbakar

“Pemerintah desa memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh warga mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang layak, termasuk warga dengan gangguan kesehatan jiwa,” katanya.

Moezamil menjelaskan, Posyandu Kesehatan Jiwa tidak hanya berorientasi pada pengobatan medis. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi keluarga pasien mengenai cara memberikan pendampingan yang tepat selama proses pemulihan.

Melalui edukasi dan pendampingan psikososial, keluarga diharapkan mampu memahami kondisi pasien, membantu mengurangi risiko kekambuhan, serta memberikan dukungan emosional yang diperlukan dalam proses penyembuhan.

Selain itu, program tersebut juga menjadi upaya pemerintah desa dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental sekaligus mengurangi stigma negatif terhadap ODGJ yang masih ditemukan di sejumlah lingkungan sosial.

“Kami ingin memastikan semua warga, termasuk mereka yang memiliki kondisi khusus, mendapatkan perhatian yang layak. Pemerintah desa hadir bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga melayani, melindungi, dan mendampingi masyarakat,” tegasnya.

Dengan pelaksanaan Posyandu Kesehatan Jiwa secara berkelanjutan, Pemdes Bono berharap kualitas hidup ODGJ dan keluarganya dapat terus meningkat, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan masyarakat yang lebih peduli terhadap kesehatan mental dan inklusif bagi seluruh warga. (Darno)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini