
Ngawi, Suksesi Nasional.com – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar workshop kesehatan ibu untuk menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Kegiatan ini berfokus pada edukasi, deteksi dini risiko kehamilan, serta penguatan inovasi layanan kesehatan bagi ibu hamil dan nifas. Kesehatan ibu memegang peranan kunci dalam menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).
Gerakan Bumil Sehat adalah kampanye nasional dari Kementerian Kesehatan untuk mewujudkan kehamilan yang sehat, mencegah anemia, dan menekan angka stunting. Gerakan ini memastikan setiap ibu mendapatkan pelayanan kesehatan berkualitas. Mendukung gerakan tersebut Pemkab Ngawi melalui Dinas Kesehatan Ngawi menggelar wokrshop , Desa Dawu,kecamatan Paron.
Kepala desa Dawu ,mengucapkan selamat datang kepada Bupati Magetan beserta rombongan yang berkenan hadir di desa kamu dengan memberikan pemeriksaan rutin dan pengobatan gratis pada masyarakat.
” Alhamdulillah kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sukses, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh rombongan dinas kesehatan Ngawi melalui puskesmas Paron yang perduli pada warga kami Desa Dawu. ” Kata Kades Dawu.
Kadinkes Ngawi melalui kepala puskesmas Paron menyampaikan, “Kami menyampaikan kepada ibu-ibu di wilayah kecamatan Paron berdasar capaian kesehatan ibu dan anak dari tahun 2023-2025, selama 3 th terkahir Alhamdulillah kematian ibu hamil yang meninggal saat masa nifas dalam perjalanan ke Fasyankes aman. Kebanyakan Kematian ibu ini disebabkan hipertensi kehamilan. Oleh itu untuk menanggulangi dan mengantisipasi selalu kita memberikan layanan pengecekan secara rutin,Kebanyakan Masyarakat belum menyadari bahaya ibu hamil, bahaya ibu bersalin dan ibu nifas. “ungkapanya
Pihaknya juga menjelaskan “Didesa dawu ini ada beberapa hal positif yang patut kita syukuri yaitu lingkungan yang agamis, adanya dukungan masyarakat desa, Pemdes dan kader untuk mengawal ibu hamil, pustu buka 24 jam yang menangani rawat inap khusus wanita,” jelasnya.
Masih menurut kepala puskesmas Paron Kehadiran kader Jekmil menjadi kekuatan luar biasa karena mampu melakukan deteksi dini risiko kehamilan dan mendampingi proses rujukan hingga ke fasilitas kesehatan.
“Kami juga mengharapkan khususnya kepada ibu-ibu yang hamil kalau bayinya lahir tolong dijaga sebaik-baiknya jangan lupa diperiksa secara teratur dan imunisasi selalu dijaga dan rutin ke posyandu sesuai jadwal, tak hanya itu saja kami tim kesehatan juga melakukan. Pengecekan kesehatan pada masyarakat mulai balita hingga lansia. Agar terdeteksi dari penyakit menular atau bahaya” jelasnya.(mar)


