
Suksesinasional.com JOMBANG – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di jenjang SMP Negeri Kabupaten Jombang berlangsung kondusif dan sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan. Berbagai penyempurnaan yang diterapkan pada tahun ini dinilai mampu menghadirkan proses seleksi yang lebih transparan, objektif, sekaligus memberikan peluang yang lebih besar bagi calon murid untuk memperoleh sekolah sesuai pilihannya.
Ketua MKKS SMP Negeri Kabupaten Jombang, Yoni Tri Joko Kurnianto, S.Pd., M.Si, yang juga menjabat sebagai Kepala SMP Negeri 1 Mojoagung, menegaskan bahwa seluruh tahapan SPMB dilaksanakan berdasarkan regulasi yang disusun secara komprehensif melalui pembahasan bersama berbagai pemangku kepentingan, (1/7/2026).
Menurutnya, penyusunan juknis tidak hanya melibatkan Dinas Pendidikan, tetapi juga menggandeng organisasi perangkat daerah (OPD) terkait serta perwakilan dari satuan pendidikan. Langkah tersebut dilakukan agar setiap kebijakan yang diterapkan benar-benar mempertimbangkan kondisi di lapangan dan dapat dilaksanakan secara seragam oleh seluruh SMP Negeri di Kabupaten Jombang.
“SPMB tahun ini berjalan sesuai dengan juknis yang telah ditetapkan. Yang terpenting, penyusunan juknis tersebut melibatkan berbagai stakeholder, mulai dari OPD terkait hingga perwakilan satuan pendidikan. Dengan begitu, aturan yang diterapkan merupakan hasil pembahasan bersama sehingga menjadi pedoman yang sama bagi seluruh sekolah,” ujar Yoni.
Ia menjelaskan bahwa jalur penerimaan tahun ini masih tetap mengacu pada empat jalur, yaitu jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi orang tua. Keempat jalur tersebut dirancang untuk mengakomodasi berbagai latar belakang calon murid sekaligus menjamin pemerataan akses pendidikan.
Yoni mengungkapkan, tingginya kepercayaan masyarakat terhadap SPMB terlihat dari antusiasme pendaftaran sejak tahap pertama dibuka. Hampir seluruh lulusan sekolah dasar langsung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendaftarkan diri ke sekolah tujuan.
“Antusiasme masyarakat sangat baik. Hampir seluruh calon murid sudah mengikuti pendaftaran pada tahap pertama. Sementara mereka yang belum berhasil lolos tetap memiliki kesempatan mengikuti seleksi pada tahap kedua. Ini menunjukkan bahwa masyarakat memahami dan memanfaatkan peluang yang diberikan dalam sistem baru,” katanya.
Ia menilai, salah satu keunggulan pelaksanaan SPMB tahun ini adalah adanya dua tahap seleksi. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya dilaksanakan satu tahap, mekanisme baru memberikan kesempatan kedua bagi peserta yang belum diterima pada tahap pertama sehingga peluang memperoleh sekolah menjadi lebih besar.
Selain itu, perubahan juga dilakukan pada jalur prestasi. Jika pada tahun lalu prestasi akademik dan prestasi kejuaraan masih digabung dalam satu kelompok seleksi, kini keduanya dipisahkan. Kebijakan tersebut dinilai mampu memberikan ruang yang lebih luas bagi siswa yang memiliki kemampuan akademik untuk bersaing secara sehat.
“Kalau tahun lalu kesempatan melalui jalur prestasi akademik masih sangat terbatas, tahun ini seluruh siswa yang memenuhi persyaratan dapat mencoba jalur tersebut. Ini merupakan bentuk penyempurnaan sistem agar kesempatan yang diberikan kepada peserta didik menjadi lebih adil,” jelasnya.
Terkait kekhawatiran masyarakat mengenai transparansi hasil seleksi, Yoni memastikan bahwa seluruh proses dilakukan melalui sistem berbasis daring. Sekolah tidak memiliki kewenangan mengubah hasil seleksi karena hanya menerima data yang telah diproses oleh aplikasi SPMB.
“Kami di sekolah hanya menerima hasil dari sistem SPMB online. Kami meyakini aplikasi yang digunakan telah dirancang untuk mengantisipasi berbagai potensi kecurangan sehingga proses seleksi berlangsung objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Yoni juga mengajak para orang tua untuk tidak berkecil hati apabila putra-putrinya belum diterima di SMP Negeri. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh status sekolah, tetapi juga oleh semangat belajar siswa, dukungan keluarga, dan kualitas proses pembelajaran yang diterima.
“Saya mengajak para orang tua agar tetap optimistis. Pendidikan yang berkualitas tidak hanya ada di sekolah negeri. Banyak SMP swasta yang memiliki mutu pendidikan yang baik, guru-guru profesional, serta prestasi yang membanggakan. Yang paling penting adalah memastikan anak-anak tetap melanjutkan pendidikan dan memperoleh layanan belajar yang terbaik,” tuturnya.
Menutup keterangannya, Yoni berharap pelaksanaan SPMB pada tahun-tahun mendatang terus mengalami penyempurnaan, terutama dalam aspek sosialisasi kepada masyarakat. Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai mekanisme, persyaratan, hingga tahapan seleksi akan membantu orang tua mengambil keputusan dengan tepat dan mengurangi kesalahpahaman selama proses penerimaan berlangsung.
“Harapan kami, sosialisasi mengenai SPMB dapat dilakukan lebih masif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Dengan informasi yang lengkap dan mudah dipahami, orang tua tidak lagi merasa bingung terhadap mekanisme pendaftaran. Pada akhirnya, pelaksanaan SPMB akan semakin tertib, transparan, dan mampu memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.(lil)



