Tulungagung, Suksesi Nasional.com – Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Pameran Produk Unggulan Kabupaten Tulungagung Tahun 2026 sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan, mengendalikan inflasi daerah, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendorong pemasaran produk unggulan lokal dan pemberdayaan pelaku UMKM.
Kegiatan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut dibuka secara resmi oleh Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, S.M., M.M., di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung, Jalan Raya Wonorejo, Kecamatan Sumbergempol, Kamis (6/8/2026). Pembukaan ditandai dengan pengguntingan pita oleh Ny. Yuyun Baharudin yang didampingi Plt. Bupati, dilanjutkan peninjauan stand Gerakan Pangan Murah dan Pameran Produk Unggulan.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung, Kapolres Tulungagung, Dandim 0807/Tulungagung, Kajari, Ketua Pengadilan Negeri, Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, seluruh camat se-Kabupaten Tulungagung, para kepala desa, pimpinan Bank Jatim dan PT BPR Bank Tulungagung, TP PKK, Dharma Wanita Persatuan, Muspika Sumbergempol, pelaku UMKM, serta masyarakat.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung, Sony Welli Ahmadi, S.STP., M.M., mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu instrumen pemerintah daerah untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pokok sekaligus mengendalikan inflasi.
“Gerakan Pangan Murah telah kami laksanakan sebanyak enam kali sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi di Kabupaten Tulungagung sepanjang tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara terpadu bersama perangkat daerah terkait serta mendapat dukungan dari TNI dan Polri sehingga mampu membantu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sony menjelaskan, komoditas yang dijual merupakan komoditas pangan strategis pembentuk inflasi (volatile goods), meliputi beras, bawang merah, bawang putih, cabai, telur ayam, daging ayam, ikan, gula pasir, minyak goreng, hingga aneka sayuran. Selain itu, masyarakat juga dapat memperoleh produk hasil petani binaan, produk olahan pangan, dan berbagai produk unggulan Kabupaten Tulungagung berbasis potensi lokal.
Menurutnya, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah tidak hanya bertujuan menekan laju inflasi, tetapi juga memperpendek rantai distribusi sehingga masyarakat dapat memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga lebih terjangkau. Kegiatan ini juga menjadi sarana promosi bagi produk unggulan daerah serta membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi UMKM.
Sementara itu, Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menegaskan perubahan iklim global menjadi tantangan serius bagi sektor pertanian karena berpotensi memengaruhi produksi, distribusi, hingga stabilitas harga pangan.
“Kondisi tersebut harus menjadi perhatian kita bersama agar tidak memberikan dampak yang lebih luas karena dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas wilayah. Kabupaten Tulungagung yang mayoritas masyarakatnya beraktivitas di sektor pertanian harus waspada dan segera melakukan langkah antisipasi,” tegasnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, kata Ahmad Baharudin, Pemerintah Kabupaten Tulungagung terus memperkuat tiga strategi utama, yakni meningkatkan ketersediaan pangan melalui penguatan sektor pertanian dan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), meningkatkan keterjangkauan pangan melalui Gerakan Pangan Murah, serta mendorong konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) melalui edukasi kepada masyarakat dan pemanfaatan lahan pekarangan.
Ia menyebut, berbagai upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Ketersediaan pangan di Kabupaten Tulungagung saat ini berada dalam kondisi surplus dengan harga komoditas yang relatif stabil. Bahkan, inflasi Year-on-Year (YoY) Kabupaten Tulungagung tercatat sebesar 2,23 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi Jawa Timur sebesar 2,87 persen maupun inflasi nasional sebesar 2,88 persen.
“Saya mengajak seluruh OPD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pelaku usaha, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga ketersediaan, distribusi, dan keamanan pangan. Dengan sinergi yang kuat, kita dapat mewujudkan pangan berkualitas, harga yang terjangkau, petani yang semakin sejahtera, serta masyarakat Tulungagung yang semakin makmur,” katanya.
Selain Gerakan Pangan Murah, kegiatan ini juga diramaikan Pameran Produk Unggulan yang diikuti seluruh kecamatan di Kabupaten Tulungagung. Berbagai produk olahan pangan, hasil pertanian, kerajinan, hingga produk ekonomi kreatif dipamerkan sebagai upaya memperluas akses pasar bagi produk lokal. Sejumlah lembaga pendidikan turut berpartisipasi dengan menampilkan karya siswa, produk kewirausahaan, dan inovasi pendidikan.
Kegiatan yang didanai melalui APBD Kabupaten Tulungagung tersebut berlangsung hingga 8 Agustus 2026 dan dibuka setiap hari pukul 10.00–22.00 WIB. Pemerintah berharap kegiatan ini mampu menjaga stabilitas harga pangan, mengendalikan inflasi, sekaligus memperkuat daya saing produk unggulan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Gus)





