Beranda Headline

Keluhkan Polusi Pabrik Aspal & Beton PT.CIMP, Warga Kucur Wadul Ke DPRD Lamongan

 

 

Lamongan, Suksesi Nasional-Puluhan perwakilan warga Desa Sidomukti, Kec Kota Lamongan, mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, untuk menyampaikan keluhan terkait pencemaran udara yang berasal dari pabrik pembuatan aspal serta beton siap pakai (readymix / cor beton) milik PT Cahaya Indah Madya Pratama

 

Bagaimana tidak persoalan polusi udara yang telah dirasakan selama kurang lebih 18 tahun. Aduan tersebut disampaikan melalui audiensi bersama Komisi C DPRD Lamongan, Jumat 16 Oktober 2026, untuk meminta solusi atas dampak pencemaran yang dinilai mengganggu kesehatan dan kenyamanan lingkungan permukiman.

 

Salah seorang warga terdampak, Dwi Anita, mengatakan, polusi yang diduga berasal dari aktivitas pabrik di sekitar permukiman tersebut menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari debu yang masuk ke rumah, kekhawatiran terhadap kesehatan pernapasan, hingga perubahan warna dan bau pada air.

 

Menurutnya, partikel debu yang terbawa angin tidak hanya mengotori halaman dan teras rumah, tetapi juga masuk ke bagian dalam rumah. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan menjaga kebersihan tempat tinggal meskipun telah melakukan pembersihan secara rutin.

 

“Debu itu bukan hanya yang terlihat. Yang terbawa angin juga masuk ke dalam rumah. Di teras saja sudah tebal, sehingga kebersihan rumah benar-benar sulit terjaga,” ujarnya.

 

Selain persoalan debu, warga juga mengeluhkan adanya perubahan warna pada air. Bau menyengat yang menyerupai gas elpiji juga sempat tercium, terutama pada malam hari. Kondisi tersebut menambah kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas lingkungan dan dampaknya bagi kesehatan.

 

Dwi Anita menuturkan, persoalan tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun. Warga juga menyoroti perluasan fasilitas pabrik yang dinilai semakin mendekati permukiman. Bahkan, keberadaan cerobong di depan rumah membuat asap dari aktivitas pabrik dikhawatirkan masuk langsung ke dalam rumah saat pintu dibuka.

Baca Juga :  HKN Ke-58, Momentum Menjaga dan Meningkatkan Derajat Kesehatan

 

“Rumah kami persis di depan pabrik. Beberapa tahun lalu, sebelum ada perluasan, kondisinya belum seperti sekarang. Lama-kelamaan terlihat semakin bergeser, sampai ada cerobong tepat di depan pintu rumah. Begitu pintu dibuka, asapnya masuk,” katanya.

 

Didik Biyanto Sekertaris Komisi C DPRD Lamongan mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti aduan warga dengan melihat secara langsung kondisi di lapangan, termasuk memastikan kesesuaian antara keluhan masyarakat dan situasi yang sebenarnya terjadi di sekitar area pabrik.

 

Menurutnya, DPRD juga akan berupaya mempertemukan warga dengan pihak perusahaan untuk mencari solusi bersama atas persoalan polusi yang dikeluhkan selama bertahun-tahun.

 

“Kita ingin melihat langsung seperti apa situasi di perusahaan. Apakah memang benar seperti yang digambarkan warga atau bagaimana. Intinya, setelah mendengar keluhan warga Sidomukti yang bersebelahan dengan pabrik, kami akan berusaha mempertemukan warga dan pihak perusahaan,” ujarnya.

 

Ia menegaskan, keberadaan industri tetap dibutuhkan untuk mendukung perekonomian daerah. Namun, aktivitas perusahaan juga harus memperhatikan kondisi lingkungan dan tidak merugikan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

 

Warga menegaskan, penyelesaian persoalan polusi perlu mengakomodasi kepentingan semua pihak, terutama masyarakat yang selama ini merasakan dampak langsung dari aktivitas industri. Mereka berharap DPRD dapat menindaklanjuti aduan tersebut dan mendorong solusi konkret agar kualitas lingkungan serta kenyamanan hidup warga dapat terjaga.(rul)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini