Beranda Headline

Bupati Yes ; Kontes Lele Lamongan Jadi Simbol Keuletan Masyarakat dan Kebangkitan Ekonomi Lamongan dan Layak Jadi Agenda Tahunan

 

 

Lamongan, Suksesi Nasional-Bupati Lamongan Yuhronur Efendi katakan lele menjadi simbol keuletan masyarakat dan kebangkitan ekonomi Lamongan. Hal tersebut disampaikan dalam rangkaian Hari Pers Nasional tahun 2026, PWI Lamongan bekerja sama dengan Dinas Perikanan Lamongan dan Diskoperindag Lamongan dalam acara Ramadan Meriah (Rame) di GOR Lamongan, Minggu 8 Maret 2026.

 

Dalam sambutannya, Pak Yes sapaan akrabnya menuturkan bahwa lele memiliki filosofi yang erat dengan kehidupan masyarakat Lamongan. Ikan lele dikenal lincah, mampu bertahan dalam berbagai kondisi, serta memiliki daya hidup yang kuat. Nilai-nilai tersebut dinilai mencerminkan semangat masyarakat Lamongan dalam menghadapi berbagai tantangan.

 

“Lele melambangkan keuletan dan kelincahan. Selain itu, ada pesan bahwa ketika sudah mampir melihat, jangan main-main. Karena banyak hikmah dari kontes lele itulah, makanya Kontes Lele Lamongan layak menjadi agenda tahunan di Kabupaten ujarnya.

Filosofi tersebut bahkan dianggap telah melekat dalam karakter masyarakat Lamongan yang selama ini dikenal gigih dalam bekerja dan berusaha. Tidak hanya di sektor perikanan, tetapi juga pada usaha kuliner khas Lamongan yang tersebar di berbagai daerah.

 

Kemudian, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lamongan, Kadam Mustoko menyampaikan bahwa ikan lele memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Lamongan. Tidak hanya sebagai komoditas perikanan, lele juga menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga.

Baca Juga :  Mundus Coffe Gelar Adu Meracik Kopi, Belasan Barista Unjuk Kebolehan

 

Menurut Kadam, dari usaha budidaya hingga kuliner berbahan dasar lele, banyak rumah tangga di Lamongan yang menggantungkan perekonomiannya pada komoditas tersebut. Karena itu, keberadaan lele memiliki nilai strategis bagi masyarakat.

 

“Lele merupakan salah satu unsur kehidupan masyarakat Lamongan. Dari lele ini dapur kita terus mengepul. Banyak rumah tangga yang menggantungkan kehidupannya dari makanan berbahan lele,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, keberadaan kuliner pecel lele yang tersebar di berbagai daerah juga turut mengangkat nama Lamongan hingga dikenal secara nasional. Hal tersebut menjadi bukti bahwa lele tidak hanya berdampak pada ekonomi lokal, tetapi juga membawa identitas daerah.

 

Karena itu, PWI Lamongan bersama Dinas Perikanan setempat berinisiatif menggelar kontes lele sebagai upaya meningkatkan nilai komoditas tersebut sekaligus memberi ruang apresiasi bagi para pembudidaya.

 

Kontes Lele Lamongan sendiri ditutup dengan kemeriahan festival penyet lele bersama 100 peserta gabungan TP PKK Lamongan, GOW Lamongan, dan DWP Lamongan.(rul)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini