Suksesi Nasional.com, NGAWI – Dalam rangakaian peringatan hari jadi kabupaten Ngawi ke -667 di tahun 2025 ,Dinas Kesehatan Ngawi gelar kampanye untuk generasi muda / remaja anti stunting” remaja sehat generasi kuat, bersatu lawan stunting
dr. Yudono, M.Mkes kepala dinas kesehatan Ngawi , kegiatan ini dalam rangka hari jadi kabupaten Ngawi ke- 667.

” Kabupaten Ngawi dalam percepatan penurunan stunting melalui Dinas Kesehatan terus melakukan sosialisasi dan edukasi melalui puskesmas – puskesmas yang ada di kabupaten Ngawi dan para remaja.
Kegiatan ini menjadi refleksi serius sekaligus langkah nyata dalam memperkuat konvergensi lintas sektor untuk menyiapkan generasi yang sehat dan unggul, juga rangkaian hari jadi Ngawi ke-667 ” paparnya Kadinkes Ngawi saat di wawancara(26/07/2025)
Pihaknya juga mengatakan stunting bukan karena kekurangan Gisi , namun juga karena penyakit, dalam menangani stunting kita semua harus berperan dan bertanggung jawab
“Penanganan stunting pada remaja oleh Dinas Kesehatan difokuskan pada upaya pencegahan dan deteksi dini, terutama pada remaja putri.
Dinas Kesehatan melakukan berbagai kegiatan seperti penyuluhan gizi, pemberian tablet tambah darah (TTD), serta pemeriksaan kesehatan untuk mencegah stunting sejak usia remaja.
Semua ini sebagai upaya pemerintah daerah untuk komitmen penekanan stunting di kabupaten Ngawi,oleh itu kita gelar acara dengan tema remaja sehat generasi kuat ,bersatu lawan stunting sedini mungkin” jelasnya
Masih menurut Kadinkes Ngawi Dinas kesehatan juga melakukan evaluasi di daerah-daerah melalui puskesmas di kabupaten Ngawi , seperti kegiatan “Aksi Bergizi” di sekolah-sekolah membantu mendeteksi dini masalah kesehatan pada remaja, termasuk anemia, dan memberikan intervensi yang tepat untuk mencegah stunting.
Selain intervensi langsung, Dinas Kesehatan juga memberdayakan masyarakat, termasuk remaja, untuk berperan aktif dalam pencegahan stunting melalui edukasi dan kampanye kesehatan.
Remaja putri, khususnya, memiliki peran penting dalam pencegahan stunting karena mereka adalah calon ibu. Dengan menjaga kesehatan dan gizi mereka, mereka dapat mencegah stunting pada anak-anak mereka di masa depan.
Remaja juga diharapkan dapat menjadi agen perubahan dengan menyebarkan informasi tentang stunting dan pentingnya gizi seimbang kepada teman sebaya dan keluarga. “pungkasnya. (mar/adv)





