Tulungagung, Suksesi Nasional.com – Warga Desa Waung, Kecamatan Boyolangu, mengeluhkan kondisi jalan poros desa yang rusak dan tak kunjung diperbaiki selama beberapa tahun terakhir. Kerusakan tersebut dinilai mengganggu aktivitas harian masyarakat serta menghambat perputaran ekonomi di wilayah setempat.
Ruas jalan yang mengalami kerusakan merupakan akses utama penghubung antar desa dan setiap hari dilalui warga untuk bekerja, bersekolah, hingga mendistribusikan hasil usaha. Sejumlah titik dilaporkan berlubang dan mengalami kerusakan cukup parah, salah satunya di Dusun Kalituri RT 02 RW 01.
Kepala Desa Waung, Hari Purwanto, mengatakan pemerintah desa tidak dapat melakukan perbaikan karena status jalan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Tulungagung.
“Sudah beberapa tahun rusak. Kami tidak bisa menggunakan dana desa karena ini kewenangan kabupaten,” ujar Hari saat ditemui di balai desa, Kamis (26/2).
Menurutnya, usulan perbaikan telah beberapa kali disampaikan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Namun hingga kini belum ada realisasi dari pemerintah daerah.
“Sudah kami ajukan beberapa kali melalui Musrenbang, tetapi belum terealisasi. Kalau dibiarkan, kerusakan akan semakin parah,” katanya.
Kondisi jalan disebut semakin membahayakan saat musim hujan. Permukaan jalan yang berlubang dan licin meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor. Bahkan, warga sempat melakukan penanganan sementara dengan menguruk jalan menggunakan sirtu agar tetap bisa dilalui.
“Kalau hujan deras, jalan menjadi licin. Warga sempat menguruk dengan sirtu, tetapi itu hanya sementara dan tetap berisiko,” ungkapnya.
Pemerintah desa berharap Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui dinas terkait segera melakukan peninjauan lapangan dan perbaikan menyeluruh. Pasalnya, keberadaan jalan tersebut sangat vital dalam menunjang mobilitas dan pertumbuhan ekonomi warga.
“Jalan ini akses utama masyarakat. Dampaknya langsung dirasakan warga. Kami berharap ada perhatian serius agar segera diperbaiki,” pungkas Hari. (Darno)





