Beranda Headline

Polsek Kenjeran Gencar Operasi Yustisi Saat PPKM Berbasis Mikro

Lakukan Tes Swab Pada Warga

Suksesi Nasional, Surabaya – Polsek Kenjeran Polres Tanjung Perak Surabaya bersama anggota Koramil serta Satpol PP Kecamatan Kenjeran gelar operasi yustisi PPKM berbasis Mikro dan tes swab massal diwilayah RT 02 RW 02 Jalan Kedinding Tengah Gang 2 Kelurahan Takal Kecamatan Kenjeran Surabaya Selasa (16/02/2021) pagi.

Razia yustisi PPKM berbasis Mikro yang di gelar bersama Tim gabungan terdiri dari anggota Polri dan TNI serta petugas Satpol PP Kecamatan Kenjeran berdasarkan Inmendagri nomor 3 tahun 2021 tentang PPKM berbasis Mikro.

Dalam operasi kali ini, petugas mendatangi setiap rumah warga agar mau mengikuti tes swab ditempat khusus yang telah di sediakan dengan sebelumnya melengkapi data diri dan antre di tempat duduk yang berjarak.

FOTO ISTIMEWA = Kompol Esti Setija Oetami Saat Mendatangi Rumah Warga Kelurahan Takal Tengah Kecamatan Kenjeran. (Pewarta = M.Rusdi)

Petugas juga memberikan himbauan dan membagikan masker kepada warga sekitar untuk melindungi dan memutus mata rantai penyebaran Covid -19.

Baca Juga :  Pelaku Curanmor Yang Menceburkan Diri dari Jembatan Suramadu Ditemukan Tewas

Kapolsek Kenjeran Surabaya Komisaris Polisi (Kompol) Esti Setija Oetami menjelaskan, kegiatan swab masal tersebut dilaksanakan dalam rangka PPKM berbasis Mikro guna memutus mata rantai dan mencegah penyebaran Covid -19.

Kami bersama instansi terkait mendatangi salah satu lokasi yang warganya ditemukan terkonfirmasi Covid -19 di jalan Kedindinding Tengah RT 02 RW 02 Kelurahan Takal Tengah. Kita memberikan penjelasan kepada warga agar bersedia di swab oleh petugas Puskesmas Kali Kedinding Surabaya.

Setelah kita berikan penjelasan dan pendekatan secara persuasif, sebanyak 30 warga akhirnya berkenan mengikuti tes swab massal gratis yang dilakukan oleh petugas medis.

Awalnya mereka menolak, namun setelah kita memberikan arahan, warga tersebut mengikuti anjuran petugas,” kata Kompol Esti .

Esti menambahkan, saat ini pergerakan masyarakat harus bisa dibatasi, saat berada dilapangan, petugas juga harus sama – sama menjaga kesehatan masing – masing.

Pada kondisi seperti sekarang ini, semua pihak ingin ekonominya tetap bergerak tapi angka kasus harus menurun, jadi kesehatan pulih ekonomi bangkit,” ujarnya. (**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini