Lamongan, Suksesi Nasional-Menjelang pelaksanaan kegiatan Ramadan Meriah (Rame), Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan bersama sejumlah dinas terkait dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lamongan menggelar rapat akhir persiapan, untuk pastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan meriah di ruang pertemuan TP PKK Lamongan, Selasa 3 Maret 2026.
Ketua TP PKK Lamongan, Anis Kartika menuturkan bahwa kegiatan Rame akan berlangsung selama lima hari dengan berbagai agenda menarik yang melibatkan masyarakat luas.
Ia menjelaskan, kegiatan akan diawali pada 4 Ramadan dengan fashion wastra competition, yang menampilkan kreativitas busana berbasis kain tradisional. Selanjutnya, pada 5 Ramadan digelar fashion wastra competition kategori big size.
Pada hari ketiga, 6 Ramadan, akan dilaksanakan workshop packaging yang bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha, khususnya dalam pengemasan produk agar lebih bernilai jual. Kemudian, 7 Ramadan akan dimeriahkan dengan lomba patrol yang mengangkat tradisi khas bulan suci.
Rangkaian kegiatan akan ditutup pada 8 Ramadan dengan kontes lele yang diselenggarakan oleh PWI Lamongan, sebagai bentuk kolaborasi dalam mendukung potensi lokal.
Anis Kartika berharap kegiatan ini tidak hanya berjalan sukses, tetapi juga mampu menarik partisipasi masyarakat. “Kami mengajak seluruh masyarakat Lamongan untuk hadir dan ikut memeriahkan Ramadan Meriah ini,” katanya.
Kemudian Ketua PWI Lamongan Kadam Mustoko menyampaikan pihaknya akan menggelar kontes lele sebagai penutup acara pada 8 Maret 2026, sekaligus menjadi ajang untuk mengangkat potensi sektor perikanan, khususnya budidaya lele di Lamongan.
Ia juga mengajak para peternak, khususnya pemilik lele berukuran jumbo, untuk ikut ambil bagian dalam kontes tersebut. Pasalnya, panitia telah menyiapkan hadiah dengan total jutaan rupiah bagi para pemenang.
“Kami mengundang para pemilik lele jumbo di Lamongan dan sekitarnya untuk mengikuti kontes ini. Selain sebagai ajang silaturahmi, juga ada hadiah jutaan rupiah yang telah disiapkan,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan dapat memberdayakan pelaku usaha lokal, serta menyemarakkan suasana Ramadan di Kabupaten Lamongan.
Disinggung kenapa Lele yang dikonteskan, Kadam mengaku banyak makna yang diambil kata ikan Lele.
” Ya, selain support pembudi daya ikan lele, Lele juga banyak olahan kuliner oleh pelaku UMKM. Tak hanya itu masyarakat Lamongan banyak yang sukses dari kuliner pecel lele yang sudah tersebar disudut negeri. Selain Lele juga salah satu jenis ikan yang menjadi logo Pemkab Lamongan. Belum lagi lele juga menjadi cerita legenda menarik, dan menjadi mitos yang sebagian masyarakat Lamongan tidak mau makan ikan Lele, ragu, dan menjadikan pantangan, ” kata Kadam Mustoko.
” Mengingat banyak pertimbangan dan alasan kuat itulah kami berharap Pemerintah Kabupaten Lamongan menjadikan Kontes Lele Lamongan menjadi agenda tahunan, yang diacarakan dibulan Ramadhan, ” pungkasnya, berharap.(rul)





