Beranda Headline

Puskesmas Japanan Sukses Jalankan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Sekolah

CKG Sekolah Jadi Investasi Masa Depan Generasi Sehat Indonesia.

Suksesinasional.com JOMBANG – Program nasional Pemeriksaan Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah yang digagas oleh Kementerian Kesehatan kembali berjalan di tahun ajaran baru 2025. Program yang menyasar siswa SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/MA ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dengan tujuan utama mendeteksi dini masalah kesehatan pada anak usia sekolah.

Di wilayah Kecamatan Mojowarno, Puskesmas Japanan menjadi salah satu pelaksana aktif program ini. Sejak dimulai pada tahun ajaran baru 2025, tim kesehatan dari Puskesmas Japanan bergerak dari satu sekolah ke sekolah lainnya untuk memeriksa ribuan siswa. Pemeriksaan ini mencakup aspek yang sangat luas, mulai dari pengukuran tinggi dan berat badan, pemantauan status gizi, pemeriksaan gigi dan mulut, pemeriksaan mata dan telinga, hingga pengecekan tekanan darah, tanda vital, kebugaran fisik, serta kondisi kesehatan mental.

Lebih dari sekadar pemeriksaan fisik, program ini juga menyasar deteksi dini penyakit tidak menular yang kerap luput dari perhatian, seperti anemia, obesitas, hingga gangguan tumbuh kembang. Dengan begitu, jika ditemukan indikasi masalah kesehatan, anak dapat segera dirujuk untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kepala Puskesmas Japanan, dr. Tusy Novita Dwi Wardani, M.Kes, menegaskan bahwa program ini adalah bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. “Pemeriksaan kesehatan di sekolah ini sangat penting karena anak-anak usia sekolah adalah generasi penerus bangsa. Dengan mengetahui kondisi kesehatan mereka sejak dini, kita bisa melakukan upaya promotif dan preventif. Ini adalah investasi besar untuk menciptakan sumber daya manusia yang sehat, kuat, dan berkualitas,” ujarnya.Senin (29/9/2005)

Dalam pelaksanaannya, Puskesmas Japanan membentuk dua tim khusus yang setiap harinya terjun langsung ke sekolah-sekolah. Penanggung jawab program, Saut Horas Hamonangan Nahampun, A.Md. Kep, bertugas mengomandoi jalannya kegiatan agar berjalan efektif dan tepat sasaran. Dengan kerja sama yang baik, hingga kini sudah tercatat sekitar 3.000 siswa yang berhasil diperiksa dari total target 4.348 anak sekolah di wilayah kerja Puskesmas Japanan.

Menurut Saut Horas, capaian ini bukan hanya sekadar angka, melainkan hasil dari kerja keras tim kesehatan, dukungan pihak sekolah, serta kesadaran orang tua yang memahami pentingnya kesehatan anak. “Kami ingin seluruh anak bisa terpantau kesehatannya. Kalau ada masalah, bisa segera ditangani. Dengan begitu, anak-anak bisa belajar dengan lebih tenang, sehat, dan berprestasi,” tuturnya.

Baca Juga :  Ciptakan Pembelajaran Menyenangkan Melalui Pramuka Prasiaga

 

Pentingnya program CKG Sekolah ini juga dirasakan langsung oleh para siswa dan guru. Banyak siswa mengaku senang karena bisa mengetahui kondisi kesehatannya tanpa harus pergi jauh ke fasilitas kesehatan. Bagi pihak sekolah, kegiatan ini membantu guru memahami kondisi anak didiknya, sehingga bisa memberikan dukungan lebih jika ditemukan masalah kesehatan tertentu.

Secara nasional, program ini dipandang sebagai langkah deteksi dini, preventif, dan kuratif ringan untuk meminimalkan risiko kesehatan di masa depan. Melalui deteksi dini, penyakit atau gangguan pertumbuhan bisa ditemukan lebih cepat. Dari sisi preventif, anak-anak mendapat edukasi tentang menjaga pola hidup sehat sejak dini. Sementara dalam jangka panjang, program ini menjadi investasi yang akan melahirkan generasi bangsa yang sehat, produktif, dan siap bersaing di tingkat global.

Selain itu, Pemeriksaan Kesehatan Gratis (CKG) juga menjadi momentum untuk mengingatkan orang tua bahwa kesehatan anak tidak hanya sebatas kebutuhan jasmani, tetapi juga mencakup kesehatan mental. Hal ini sejalan dengan tantangan zaman, di mana tekanan akademis, sosial, hingga penggunaan gawai turut berpengaruh pada kondisi psikologis anak. Melalui program ini, aspek tersebut ikut mendapat perhatian khusus.

Dengan semangat kebersamaan dan dukungan dari seluruh pihak, Puskesmas Japanan optimis dapat menuntaskan target pemeriksaan kesehatan di sekolah hingga akhir tahun. Harapannya, tidak ada satu pun anak di wilayah kerjanya yang luput dari pemantauan kesehatan.

“Anak-anak adalah aset bangsa. Menjaga kesehatan mereka sama artinya dengan menjaga masa depan Indonesia,” pungkas dr. Tusy.

Melalui program ini, Puskesmas Japanan Mojowarno membuktikan bahwa pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya ada di rumah sakit atau puskesmas, tetapi juga bisa hadir langsung di sekolah, tempat anak-anak menimba ilmu.(lil)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini