Lamongan, Suksesi Nasional—
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan mulai merebah cungkup makam Mbah Lamong dengan alokasi anggaran mencapai Rp191 juta. Pembangunan cagar budaya sekaligus penanda sejarah daerah ini ditargetkan selesai pada akhir November mendatang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lamongan, M. Nalikan, menjelaskan bahwa pembangunan cungkup senilai Rp191 juta ini merupakan wujud cita-cita Pemkab Lamongan dalam merawat prasasti dan sejarah lokal, yang juga didukung oleh partisipasi para peziarah.
“Alhamdulillah, pada hari santri ini yang kemarin tanggal 22, sekarang hari Ahad ya. Ini berkaitan dengan hari santri ini, kami jajaran Pemerintah Kabupaten Lamongan telah mewujudkan cita-cita untuk merawat salah daripada prasasti atau sejarah Kabupaten Lamongan,” ujar M. Nalikan saat ditemui di makam Mbah Lamong, Minggu (25/10/2026) pagi.

Ia menambahkan, proyek perbaikan beranggaran Rp191 juta tersebut mengusung desain arsitektur khas Jawa dengan menggunakan material kayu secara keseluruhan, lengkap dengan bangunan joglo dan gebyok. Model ini dirancang menyerupai kompleks makam Sunan Drajat agar memiliki ciri khas ikonik yang seragam.
“Jadi ini nanti mengarah ke Jawa, ada joglo-nya, ada cungkupnya, kemudian semua dari kayu. Semua dari kayu, ada gebyoknya ini, semua ya mirip seperti Sunan Drajat lah. Jadi ikonnya ini hampir sama semua,” ungkapnya.
Terkait target pengerjaan, Nalikan optimistis renovasi tersebut dapat rampung sesuai jadwal. “Ini insyaallah akhir bulan November ini selesai. Ini kan untuk cungkup ini kan sudah tinggal masang saja, kemudian untuk keramik dan meninggikan nanti itu insyaallah tidak terlalu lama,” terangnya.
Melalui perawatan situs sejarah ini, Pemkab Lamongan berharap daerahnya senantiasa diberikan kejayaan, masyarakatnya semakin sejahtera, pintar, serta senantiasa mengingat tanah kelahiran Lamongan di mana pun berada. Ia juga berpesan agar masyarakat turut serta menjaga dan merawat cagar budaya tersebut dengan baik.
“Ya karena kadang membangun itu bisa, tapi kita pelihara, kita rawat dengan baik sehingga anak cucu kita nanti menikmati cagar budaya ini,” pungkasnya.(rul)





