Beranda Headline

Ruas Jalan Poros Glagah, Dinoyo & Karangbinangun Rusak Parah, Warga Desak Adanya Perbaikan 

 

 

Suksesi Nasional, Lamongan-Ruas jalan dibeberapa lokasi mengalami kerusakan, parahnya lagi kerusakan itu nampak ketika banjir bengawan jero mulai surut. Beberapa ruas jalan yang rusak diantara Kec Glagah, Deket & Karangbinangun, namun yang lebih parah diwilayah Glagah tepatnya Tugu Lonjong hingga pasar desa Glagah.

Jalan yang berada di sisi timur Kecamatan Glagah tersebut mengalami kerusakan cukup parah dengan banyak lubang besar yang membentang hampir sepanjang 100 meter. Kerusakan ini dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan dan mengganggu aktivitas masyarakat.

 

Berdasarkan pantauan di lapangan, badan jalan tampak tidak lagi layak dilalui. Lapisan aspal terkelupas di sejumlah titik, menyisakan permukaan jalan berbatu dan lubang dengan kedalaman yang bervariasi. Kondisi tersebut memaksa pengendara, khususnya sepeda motor, untuk mengurangi kecepatan secara drastis bahkan mencari jalur alternatif demi menghindari risiko terjatuh.

 

Kerusakan jalan semakin terasa setelah wilayah tersebut terdampak luapan Sungai Bengawan Jero. Air banjir yang menggenangi ruas jalan selama beberapa hari diduga mempercepat kerusakan struktur aspal. Setelah genangan surut, permukaan jalan menjadi rapuh dan mudah hancur saat dilalui kendaraan, terutama kendaraan dengan muatan berat.

 

Salah satu warga yang kerap melintas, Anwar, mengatakan bahwa kerusakan jalan sebenarnya sudah terjadi sejak sebelum banjir. Namun, kondisi tersebut semakin parah setelah terendam air dalam waktu lama. Menurutnya, banjir membuat daya tahan aspal menurun sehingga lubang jalan semakin melebar dan dalam.

 

“Kalau sebelum banjir, jalannya sudah berlubang tapi masih bisa dilewati. Setelah banjir kemarin, kondisinya jauh lebih parah. Banyak lubang besar yang tidak kelihatan kalau malam atau saat hujan,” ujar Anwar, Minggu (25/1/2026).

Baca Juga :  Polda Jatim Bersama PW Muhammadiyah Siap Dukung Pemerintah Jaga Keberagaman

 

Ia menambahkan, tanah di bawah lapisan aspal menjadi lembek akibat genangan air, sehingga tidak mampu menopang beban kendaraan yang melintas. Akibatnya, jalan semakin rusak dan rawan menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Ruas jalan yang rusak tersebut merupakan jalur vital bagi masyarakat Glagah. Jalan ini menjadi akses utama menuju pusat pemerintahan kecamatan, pasar, serta fasilitas umum lainnya. Tingginya volume kendaraan setiap hari membuat kondisi jalan berlubang menjadi persoalan serius yang membutuhkan penanganan segera.

Warga berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat segera turun tangan. Selain perbaikan permanen, warga juga meminta adanya langkah penanganan sementara, seperti penambalan darurat atau pemasangan rambu peringatan, guna mengurangi risiko kecelakaan.

“Minimal ada penanganan awal dulu. Jangan sampai menunggu korban baru diperbaiki. Ini jalan utama dan sangat ramai,” pungkas Anwar.

Hingga kini, masyarakat masih menantikan respons konkret dari instansi berwenang agar kerusakan jalan poros Glagah tidak semakin meluas dan keselamatan pengguna jalan tetap terjamin.

Senada dikatakan Yoga, memang banyak jalan yang mengalami kerusakan diwilayah Glagah, Karangbinangun dan Deket.

” Sebelum rusak jalan- jalan tersebut rusak, apalagi setelah banjir surut tambah kelihatan parah. Jadi saya bisa merasakan kondisi jalan tersebut, karena itu rute saya tiap hari berangkat kerja ke Lamongan kota, ” kata warga Dusun Kepuh, Desa Margoanyar.

” Saya berharap jalan- jalan tersebut segera diperbaiki, mengingat penating sarana transportasi yang sangat pentinh, apalagi mendekati bulan puasa dan lebaran, ” pungkasnya.(rul)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini