
Suksesinasional.com JOMBANG –Semangat pengabdian dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat kembali ditunjukkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Jombang. Dalam rangka memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-118, IDI Jombang menggelar kegiatan bakti sosial kesehatan yang akan dilaksanakan pada Minggu, (7/6/2026) bertepatan dengan pelaksanaan Car Free Day (CFD) di halaman depan Pemerintah Kabupaten Jombang.
Mengusung tema “Dokter Indonesia Bersatu, Sehatkan Bangsa, Majukan Negeri”, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para dokter untuk turun langsung ke tengah masyarakat, memberikan pelayanan kesehatan, edukasi, sekaligus aksi kemanusiaan yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Jombang.
Ketua IDI Cabang Kabupaten Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, M.KP., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi profesi dokter untuk terus hadir dan berkontribusi dalam pembangunan kesehatan daerah. Seluruh anggota IDI Jombang dilibatkan dalam kegiatan ini sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak hanya dilakukan di rumah sakit atau ruang praktik, tetapi juga harus menjangkau masyarakat secara langsung agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
“Kami ingin mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Momentum Hari Bakti Dokter Indonesia ini menjadi wujud nyata bahwa dokter hadir bukan hanya untuk mengobati, tetapi juga mengedukasi, mencegah penyakit, dan membangun kesadaran hidup sehat di tengah masyarakat,” ungkap dr. Hexawan.
Pada kegiatan tersebut, masyarakat dapat menikmati berbagai layanan kesehatan secara gratis. Pemeriksaan yang disediakan meliputi pengecekan tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah sewaktu (GDS), kolesterol, dan asam urat. Seluruh layanan dilakukan oleh tenaga medis profesional yang siap memberikan informasi terkait kondisi kesehatan peserta.
Pemeriksaan laboratorium sederhana tersebut menjadi langkah penting dalam mendeteksi berbagai faktor risiko penyakit tidak menular yang saat ini semakin banyak ditemukan di masyarakat, seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, hingga gangguan metabolik lainnya.
Melalui deteksi dini, masyarakat diharapkan dapat mengetahui kondisi kesehatannya sejak awal sehingga dapat mengambil langkah pencegahan maupun pengobatan yang lebih cepat dan tepat.
Tidak hanya memberikan layanan pemeriksaan kesehatan, IDI Jombang juga menghadirkan program edukasi kesehatan yang menjadi salah satu fokus utama kegiatan. Edukasi ini diberikan sebagai upaya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat sekaligus membangun budaya tanggap terhadap kondisi darurat medis yang dapat terjadi kapan saja.

Salah satu materi yang akan diberikan adalah penanganan kegawatdaruratan pada kondisi seseorang yang mengalami pingsan atau henti jantung mendadak. Dalam sesi tersebut, masyarakat akan mendapatkan pemahaman mengenai tindakan pertama yang harus dilakukan sebelum tenaga kesehatan tiba di lokasi.
Menurut dr. Hexawan, pengetahuan dasar mengenai kegawatdaruratan sangat penting dimiliki oleh masyarakat karena dalam banyak kasus, pertolongan pertama yang cepat dan tepat dapat menjadi penentu keselamatan seseorang.
“Banyak kasus kegawatdaruratan terjadi di lingkungan sekitar kita. Ketika masyarakat memahami apa yang harus dilakukan, maka peluang menyelamatkan nyawa seseorang menjadi jauh lebih besar. Karena itu edukasi ini sangat penting,” jelasnya.
Sebagai bentuk penguatan edukasi tersebut, IDI Jombang juga akan menggelar pelatihan dan simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang ditujukan terutama kepada generasi muda. Dalam simulasi ini peserta akan diajarkan teknik dasar penyelamatan nyawa, termasuk cara melakukan pijat jantung atau Resusitasi Jantung Paru (RJP) sesuai prosedur medis yang benar.
Pelatihan ini diharapkan dapat melahirkan lebih banyak masyarakat yang memiliki kemampuan dasar dalam memberikan pertolongan pertama ketika menghadapi kondisi darurat di lingkungan sekitar.
Selain pelayanan kesehatan dan edukasi, kegiatan bakti sosial tersebut juga dirangkaikan dengan aksi donor darah yang dilaksanakan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Kegiatan kemanusiaan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian para dokter dan masyarakat terhadap sesama yang membutuhkan bantuan darah untuk proses pengobatan maupun tindakan medis.
Melalui kegiatan donor darah, IDI Jombang berharap dapat membantu menjaga ketersediaan stok darah sekaligus menumbuhkan budaya gotong royong dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Menariknya lagi, peserta yang mengikuti pemeriksaan kesehatan juga berkesempatan mendapatkan layanan konsultasi langsung dengan dokter spesialis. Layanan ini diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut terkait hasil pemeriksaan maupun keluhan kesehatan yang dialami.
Beberapa dokter spesialis yang akan hadir dalam kegiatan tersebut antara lain dokter spesialis anak, dokter spesialis penyakit dalam, dan dokter spesialis jantung. Kehadiran para dokter spesialis diharapkan dapat memberikan solusi, arahan, serta edukasi yang lebih komprehensif kepada masyarakat.
Bagi IDI Jombang, kegiatan ini bukan sekadar seremoni peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia, melainkan bentuk nyata dedikasi profesi dokter dalam membangun masyarakat yang lebih sehat, lebih sadar akan pentingnya pencegahan penyakit, dan lebih siap menghadapi situasi kegawatdaruratan.
Dr. Hexawan juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jombang yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara organisasi profesi, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan kesehatan yang berkelanjutan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jombang atas dukungan yang diberikan. Sinergi yang baik ini menunjukkan bahwa upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Dengan kebersamaan dan kepedulian, kita optimistis dapat mewujudkan masyarakat Jombang yang lebih sehat, lebih kuat, dan lebih sejahtera,” tuturnya.
Melalui peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia ke-118 ini, IDI Jombang ingin menegaskan bahwa pengabdian seorang dokter tidak hanya hadir di ruang pelayanan kesehatan, tetapi juga tumbuh di tengah masyarakat sebagai mitra yang siap melayani, mengedukasi, dan menginspirasi. Sebab kesehatan bukan hanya urusan tenaga medis semata, melainkan gerakan bersama untuk mewujudkan Jombang Maju dan Sejahtera untuk Semua.(lil)




