Beranda Headline

Dr. Wong Chung Chek, “The Most Wanted Doctor” Asia-Pasifik, Mengembalikan Harapan Ribuan Pasien Tulang Belakang, Separuhnya dari Indonesia

Dr. Wong Chung Chek sedang di dalam kamar operasi

Suksesinasional.com JAKARTA – Di balik senyum para pasien yang kembali dapat berdiri tegak, berjalan tanpa rasa nyeri, hingga memperoleh kembali kepercayaan diri setelah bertahun-tahun hidup dengan kelainan tulang belakang, terdapat sosok dokter yang namanya begitu dihormati di dunia ortopedi Asia-Pasifik. Dialah Dr. Wong Chung Chek, konsultan bedah tulang belakang asal Malaysia yang dikenal luas sebagai salah satu ahli paling berpengalaman dalam menangani kasus-kasus tulang belakang yang rumit.

Julukan “The Most Wanted Doctor” bukanlah sekadar ungkapan. Reputasi, pengalaman lebih dari dua setengah dekade, serta keberhasilannya menangani ribuan pasien menjadikan Dr. Wong sebagai tujuan utama pasien dari berbagai negara. Menariknya, sekitar 40 hingga 50 persen pasien yang datang kepadanya berasal dari Indonesia, membuktikan tingginya kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap keahlian yang dimilikinya.

“Ya, sekitar 40 sampai 50 persen pasien kami berasal dari Indonesia,” ungkap Dr. Wong.

Sebagai pelopor teknik Minimally Invasive Spine Surgery (MISS) di Malaysia, Dr. Wong membawa perubahan besar dalam dunia bedah tulang belakang. Teknik operasi dengan sayatan minimal memungkinkan pasien mengalami nyeri yang lebih ringan, kehilangan darah yang lebih sedikit, masa rawat yang lebih singkat, dan proses pemulihan yang jauh lebih cepat dibandingkan metode konvensional.

Tidak berhenti di situ, Dr. Wong juga menjadi salah satu pionir penerapan Vertebral Body Tethering (VBT) di Malaysia. Teknologi ini menjadi harapan baru bagi anak-anak dan remaja penderita skoliosis yang masih berada pada masa pertumbuhan.

Berbeda dengan operasi peleburan tulang belakang (spinal fusion) yang membuat ruas tulang belakang menjadi kaku, VBT memanfaatkan kemampuan alami pertumbuhan tulang. Melalui pemasangan sekrup titanium yang dihubungkan dengan kabel fleksibel, kelengkungan tulang belakang dapat dikoreksi secara bertahap tanpa menghilangkan kelenturan gerak pasien.

Pendekatan inovatif tersebut memberi kesempatan kepada anak-anak usia 7 hingga 14 tahun untuk tumbuh dengan postur yang lebih baik tanpa kehilangan fleksibilitas tulang belakang.

Dalam menangani kasus yang jauh lebih kompleks, seperti skoliosis berat, hiperkifosis, maupun operasi ulang, Dr. Wong memanfaatkan Brainlab Navigation System, sebuah sistem navigasi digital yang bekerja layaknya GPS selama operasi berlangsung.

Dengan bantuan pencitraan tiga dimensi secara real-time, setiap pemasangan instrumen bedah dapat dilakukan dengan akurasi hingga hitungan milimeter. Teknologi tersebut membantu meningkatkan keselamatan pasien, meminimalkan risiko cedera saraf, mengurangi paparan radiasi, serta mempercepat proses penyembuhan.

Selain Brainlab, Dr. Wong juga menggunakan Navigasi O-Arm 3D, teknologi pencitraan modern yang memberikan tingkat presisi sangat tinggi dalam operasi tulang belakang. Meskipun belum menggunakan sistem robotik secara penuh, teknologi navigasi yang digunakannya mampu memberikan tingkat akurasi yang setara dalam banyak prosedur bedah.

Namun bagi Dr. Wong, operasi bukanlah jawaban untuk semua pasien.

Baca Juga :  Kebakaran Lahan di Jalan Penghulu Berhasil di Padamkan
Perkembangan penanganan kasus hiperkifosis

Pada kasus skoliosis ringan hingga sedang dengan sudut Cobb di bawah 40 derajat, ia lebih mengutamakan terapi non-operatif melalui observasi, fisioterapi, latihan khusus, maupun penggunaan brace sesuai kondisi pasien.

Sebaliknya, pada hiperkifosis berat yang mencapai kelengkungan hingga 90 derajat, tindakan operasi menjadi sangat penting karena deformitas tersebut tidak hanya mengubah postur tubuh, tetapi juga dapat mengganggu fungsi paru-paru, jantung, hingga sistem pencernaan.

“Koreksi tulang belakang yang baik bukan hanya memperbaiki bentuk tubuh, tetapi juga membantu memulihkan fungsi organ-organ vital sehingga kualitas hidup pasien meningkat,” jelasnya.

Keahlian Dr. Wong mendapat pengakuan luas di tingkat internasional. Ia pernah menjabat sebagai Ketua AO Spine Asia Pacific periode 2016–2019 dan Ketua AO Spine East Asia periode 2010–2013. Saat masih mengabdi di sektor kesehatan pemerintah Malaysia, ia juga dipercaya menjadi pelatih Program Subspesialis Bedah Tulang Belakang Kementerian Kesehatan Malaysia.

Di bidang akademik, Dr. Wong aktif menjadi pembicara, mentor, peneliti, dan pengajar dalam berbagai forum ilmiah dunia. Kontribusinya terhadap pengembangan ilmu bedah tulang belakang menjadikannya salah satu tokoh yang disegani di komunitas spine internasional.

Perjalanan akademiknya pun sangat mengesankan. Ia menyelesaikan pendidikan dokter di Universitas Malaya pada 1992, meraih gelar bergengsi FRCS (Fellowship of the Royal Colleges of Surgeons) dari Edinburgh, Inggris, pada 1996, kemudian memperoleh gelar Magister Bedah Ortopedi pada 1999. Ia juga menerima beasiswa subspesialis Bedah Tulang Belakang di Universitas Hong Kong.

Kini, sebagai anggota aktif Malaysian Orthopaedic Association (MOA), Malaysian Spine Society (MSS), Asia Pacific Spine Society (APSS), AO Spine International, dan Scoliosis Research Society (SRS), Dr. Wong terus berkomitmen menghadirkan pelayanan bedah tulang belakang berstandar internasional.

Sementara itu, perwakilan resmi KPJ Healthcare di Indonesia, Khristina Kencana, menjelaskan bahwa masyarakat Indonesia tidak perlu langsung datang ke Malaysia untuk mendapatkan penilaian awal.

Pasien dapat berkonsultasi secara daring dengan Dr. Wong menggunakan hasil pemeriksaan medis yang telah dimiliki sebelumnya.

“Seluruh layanan pendampingan kami diberikan secara gratis. Kami membantu pasien mulai dari konsultasi awal, pengaturan jadwal, keberangkatan ke Malaysia, proses pengobatan, hingga pasien kembali ke Indonesia. Harapannya, seluruh proses pengobatan menjadi lebih mudah, nyaman, efektif, dan efisien,” ujar Khristina.

Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun, ribuan operasi yang berhasil dilakukan, serta dukungan teknologi mutakhir berstandar internasional, Dr. Wong Chung Chek tidak hanya memperbaiki kelengkungan tulang belakang. Ia membantu mengembalikan harapan, mobilitas, kepercayaan diri, dan kualitas hidup ribuan pasien. Tak heran bila namanya kini menjadi salah satu yang paling dicari di bidang bedah tulang belakang di kawasan Asia-Pasifik.(**) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini