Beranda Headline

160 Titik PJU Mulai Dibangun di Ruas Kabuh–Tapen, Disiapkan Dukung Akses Kawasan Industri

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Jombang Yohan Kurnia

JOMBANG,Suksesinasional.com – Pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) di ruas Kabuh–Tapen mulai memasuki tahapan pekerjaan fisik. Sebanyak 160 titik PJU disiapkan untuk menerangi jalur strategis yang menghubungkan wilayah Kabuh dengan Tapen sekaligus mendukung kesiapan infrastruktur di kawasan utara Kabupaten Jombang yang diproyeksikan berkembang sebagai kawasan industri.

Pantauan di lapangan menunjukkan pekerjaan telah berlangsung sejak awal Agustus 2026. Aktivitas pekerja terlihat mulai dari pembersihan lokasi, penggalian hingga pembuatan pondasi sebagai dasar pemasangan tiang PJU. Sejumlah pekerja juga tampak menggunakan perlengkapan keselamatan kerja saat melakukan aktivitas di sisi ruas jalan.

Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari penguatan infrastruktur penerangan jalan yang dinilai semakin dibutuhkan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan potensi pertumbuhan aktivitas ekonomi di wilayah Kabuh–Tapen.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jombang Sugianto melalui Kepala Bidang Lalu Lintas Yohan Kurnia mengatakan, hingga memasuki minggu ketiga Agustus, pekerjaan masih berkonsentrasi pada tahap pondasi.

“Sudah memasuki minggu ketiga. Mulai awal Agustus kemarin sudah di lapangan. Pekerjaan mulai dari pembersihan, penggalian, kemudian pondasi. Sekarang masih fokus di pondasi,” ujar Yohan, Kamis (20/8/2026).

Ia menjelaskan, proyek tersebut menargetkan pembangunan 160 titik PJU dengan waktu pelaksanaan sekitar tiga bulan. Jika berjalan sesuai rencana, seluruh pekerjaan ditargetkan rampung pada akhir Oktober 2026.

“Targetnya selesai sesuai jadwal di akhir Oktober, selama tiga bulan,” jelasnya.

Untuk pembangunan tersebut, anggaran yang disiapkan sekitar Rp1,6 miliar. Nilai tersebut mencakup pekerjaan pembangunan jaringan PJU pada ruas yang menjadi sasaran program.

Secara lokasi, pembangunan PJU ini merupakan kelanjutan dari penerangan yang telah tersedia sebelumnya. Dari prapatan Kabuh, jaringan penerangan akan diteruskan ke arah timur hingga perempatan yang mengarah menuju Pasar Tapen.

Penyambungan jaringan penerangan tersebut diharapkan dapat menciptakan kesinambungan penerangan di jalur Kabuh–Tapen, sehingga pengguna jalan tidak lagi menghadapi ruas yang gelap pada sejumlah titik ketika melintas pada malam hari.

Lebih dari sekadar penerangan, keberadaan PJU juga dipandang memiliki kaitan erat dengan aspek keselamatan lalu lintas. Jalan yang terang dapat membantu pengendara melihat kondisi jalan, kendaraan lain maupun aktivitas masyarakat di sekitar jalur, khususnya pada malam hingga dini hari.

Kebutuhan tersebut dinilai semakin penting karena kawasan di sekitar Kabuh–Tapen diproyeksikan mengalami perkembangan aktivitas industri. Infrastruktur dasar, termasuk penerangan jalan, menjadi salah satu kebutuhan yang perlu disiapkan seiring meningkatnya potensi lalu lintas kendaraan menuju kawasan tersebut.

Yohan menyampaikan, pembangunan PJU diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap akses kendaraan menuju kawasan industri sehingga mobilitas masyarakat dan kendaraan dapat berlangsung lebih aman.

“Harapannya dengan adanya PJU baru ini, di sana kan akan menjadi kawasan industri. Begitu pekerjaannya selesai, jalan di Kabupaten menjadi terang sehingga akses kendaraan menuju kawasan industri menjadi lebih aman dan selamat,” katanya.

Baca Juga :  Abah Zairullah Azhar Buka Rakerda Tahun 2023, Ini Pesan Bupati

Ia menjelaskan, berdasarkan tata ruang, pengembangan kawasan industri mencakup sejumlah wilayah strategis. Di antaranya kawasan sepanjang Sungai Brantas, jalur dari arah Ploso menuju Kabuh hingga mendekati perbatasan Lamongan, serta jalur dari perempatan Kabuh menuju Tapen.

Namun, pengembangan infrastruktur pada jalur-jalur tersebut juga harus melihat status kewenangan jalan. Ruas Ploso–Kabuh dan Ploso–Gedeg, misalnya, merupakan jalan provinsi sehingga penanganannya berada di luar kewenangan Pemerintah Kabupaten Jombang.

Sementara ruas Kabuh–Tapen yang menjadi lokasi pembangunan PJU memiliki kondisi jalan yang relatif sudah lebar. Kendati demikian, masih terdapat pekerjaan infrastruktur lain yang dinilai perlu menjadi perhatian ke depan, terutama beberapa jembatan yang membutuhkan pelebaran.

“Untuk wilayah Kabupaten, Kabuh–Tapen itu jalannya sudah lebar. Tinggal beberapa jembatan yang perlu dilebarkan,” terang Yohan.

Dengan demikian, pembangunan PJU menjadi salah satu bagian dari rangkaian kesiapan infrastruktur di jalur Kabuh–Tapen. Penerangan diharapkan mampu meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus memberikan dukungan terhadap perkembangan kawasan yang diproyeksikan menjadi salah satu kantong pertumbuhan ekonomi baru.

Namun, pekerjaan dengan nilai anggaran sekitar Rp1,6 miliar tersebut tentu tidak cukup hanya diukur dari jumlah titik lampu yang terpasang. Ketepatan waktu, kualitas konstruksi pondasi, pemasangan jaringan, hingga memastikan seluruh lampu benar-benar berfungsi saat pekerjaan selesai menjadi bagian penting dari keberhasilan proyek.

Terlebih, PJU merupakan infrastruktur yang manfaatnya bersentuhan langsung dengan masyarakat. Ketika jalan mulai ramai oleh aktivitas kendaraan, penerangan yang memadai menjadi kebutuhan dasar untuk menjaga keamanan dan kenyamanan perjalanan.

Dengan target 160 titik PJU selesai pada akhir Oktober, perhatian kini tertuju pada konsistensi progres pekerjaan di lapangan. Jika pembangunan berjalan sesuai target dan seluruh titik dapat berfungsi optimal, ruas Kabuh–Tapen diharapkan berubah menjadi jalur yang lebih terang, aman dan siap menopang peningkatan mobilitas menuju kawasan industri.

Pembangunan ini sekaligus menjadi gambaran bahwa pengembangan kawasan tidak cukup hanya dengan menyiapkan ruang industri. Infrastruktur pendukung seperti jalan, jembatan dan penerangan juga harus bergerak beriringan agar pertumbuhan ekonomi nantinya tidak meninggalkan aspek keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Kini, pekerjaan masih berada pada tahap pondasi. Dari titik-titik pondasi itulah nantinya 160 PJU akan berdiri dan menerangi ruas Kabuh–Tapen. Masyarakat pun menunggu realisasi akhir proyek tersebut: bukan sekadar berdirinya tiang dan lampu, melainkan benar-benar hadirnya penerangan jalan yang menyala dan memberi manfaat nyata bagi pengguna jalan.(lil)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini