Nganjuk, SuksesinasionalKebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan lereng Gunung Wilis, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Kobaran api terpantau mulai membesar sejak Rabu malam (16/9/2026), memicu respons cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk untuk menerjunkan tim pemantau dan personel penanggulangan darurat.
Berdasarkan laporan pemantauan BPBD hingga Rabu malam pukul 22.05 WIB, sebaran titik api (hotspot) terdeteksi berada di Petak 23, mencakup wilayah Sadepok dan Ondorante. Lokasi kebakaran secara geografis berada pada koordinat -7.80256, 111.76153 di area Kecamatan Sawahan.
Meskipun titik api saat ini berjarak sekitar 15 kilometer dari kawasan pemukiman penduduk, potensi penyebaran tetap menjadi ancaman serius.
Hembusan angin kencang yang bergerak ke arah Barat Laut dikhawatirkan dapat memperluas area perbukitan yang terbakar jika tidak segera ditangani secara intensif.
Sebagai langkah antisipasi cepat, petugas mendirikan pos pemantauan utama di titik terluar, yakni area Watu Lawang, Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan.
Langkah Penanganan Darurat BPBD Nganjuk:
Kesiapsiagaan Personel: Menyiagakan tim gabungan secara penuh selama 24 jam nonstop (7/24) di titik batas luar permukiman warga guna mengantisipasi pergerakan api.
Inventarisasi Peralatan: Memeriksa dan menyiapkan seluruh sarana prasarana pemadaman darurat khusus karhutla agar siap dikerahkan sewaktu-waktu.
Koordinasi Lintas Sektor: Membuka jalur komunikasi intensif bersama instansi terkait, perhutani, TNI, Polri, serta relawan lokal untuk penanganan tanggap darurat lanjutan.
Hingga berita ini diturunkan, jajaran BPBD bersama pihak terkait terus melakukan pengetatan pengawasan di area rawan guna memastikan kobaran api dapat dilokalisasi serta menjamin keamanan dan keselamatan warga di lereng Gunung Wilis. (rmb)



