Beranda Headline

Tak Hanya Soal Darah, PMI Lamongan Peduli Kemanusiaan

 

 

 

 

Lamongan, Suksesi Nasional– Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Palang Merah Indonesia (PMI) ke-81 pada 17 September 2026, PMI Kabupaten Lamongan menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program kemanusiaan, penanggulangan bencana, hingga pemenuhan stok darah daerah. Senin, (21/9/2026).

 

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, yang hadir memimpin apel peringatan HUT ke-81 PMI di Kabupaten Lamongan, mengingatkan pentingnya memegang teguh motto peringatan tahun ini.

 

“Tadi saya menyampaikan pesan Ketua PMI Pusat, Pak Jusuf Kalla, bahwa motto kita hari ini adalah Peduli, Bergerak, dan Bersama. Artinya, PMI dituntut untuk semakin peduli dan peka agar gerakan kemanusiaan bisa lebih baik lagi. Terus bergerak saat ada kebencanaan maupun penguatan kelembagaan, serta bersama-sama melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak agar PMI semakin kuat dan konvergen,” ujar Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi kepada awakmedia, Senin (21/9/2026) pagi.

 

Melalui dua pilar utamanya, yakni Unit Markas dan Unit Donor Darah (UDD), PMI Lamongan bergerak aktif membantu warga terdampak bencana alam maupun non-alam di seluruh penjuru wilayah Lamongan.

 

Ketua PMI Kabupaten Lamongan, Agus Suyanto, menyampaikan bahwa pada sektor penanggulangan bencana, PMI Lamongan berkolaborasi erat dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan. Salah satu aksi nyata yang telah dilakukan adalah penanganan dampak banjir Bengawan Jero pada awal tahun.

 

“Pada bulan Januari lalu, dampak banjir Bengawan Jero, kita membantu masyarakat berupa sembako di wilayah Kecamatan Turi, Kalitengah, Glagah, Karangbinangun, hingga Kecamatan Deket,” terang Ketua PMI Lamongan, Agus Suyanto.

 

Tidak hanya banjir, ancaman kekeringan saat musim kemarau juga menjadi perhatian serius. PMI Lamongan secara intensif mendistribusikan bantuan air bersih ke desa-desa yang mengalami krisis air.

 

“Khusus musim kemarau, kita membantu pasokan air bersih hingga ke 10 kecamatan. Sampai saat ini, sekitar 238 ribu liter air bersih telah disalurkan kepada masyarakat. Kami menggunakan tangki pinjaman PMI Provinsi Jawa Timur dan membeli airnya untuk didistribusikan secara mandiri,” jelas Agus.

Baca Juga :  Anggota Polres Nganjuk Evakuasi & Antar ODGJ Berobat ke RS Menur

 

Guna memperkuat armada distribusi, PMI Lamongan tahun ini juga menerima dukungan tiga unit tandon/tangki air dari program CSR bank daerah, serta menambah dua unit tangki mandiri, sehingga total ada lima unit armada tangki penyuplai air bersih yang siap melayani warga.

 

Selain penanganan bencana, PMI Lamongan menanamkan jiwa kemanusiaan sejak dini melalui Palang Merah Remaja (PMR) di tingkat SD, SMP, hingga SMA, serta menyiagakan layanan ambulans gratis bagi warga kurang mampu.

 

Di sektor pelayanan darah, Unit Donor Darah (UDD) PMI Lamongan mencatatkan ketersediaan stok darah yang sangat aman. Hingga bulan September 2026, terkumpul hampir 13.146 kantong darah.

 

“Stok darah di Lamongan Alhamdulillah tercukupi. Seandainya kekurangan, kita terhubung dengan jejaring UDD se-Jawa Timur, seperti PMI Kota Surabaya, Bangkalan, dan Bojonegoro,” ungkap Agus Suyanto.

 

Agus juga meluruskan persepsi masyarakat terkait Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD). Biaya yang dikeluarkan pasien saat membutuhkan darah bukanlah harga ‘jual beli darah’, melainkan biaya proses medis sesuai regulasi Kementerian Kesehatan.

 

“Darah tidak dijual. Ada proses pengolahan, uji saring reagen, kelayakan, dan sterilisasi sebelum diberikan kepada pasien. Biaya tersebut ditetapkan resmi oleh Kemenkes dan tidak boleh melebihi aturan,” tegasnya.

 

Guna meningkatkan partisipasi donor, khususnya di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dinilai memiliki potensi besar namun masih kerap ragu karena takut jarum suntik, PMI terus melakukan sosialisasi dan pendekatan intensif.

 

“Donor darah itu membuat fisik lebih sehat dan bugar, serta meminimalkan risiko penyakit. Layanan donor darah di Markas UDD buka 24 jam penuh secara sukarela. Kami juga mengapresiasi desa-desa yang rutin menggelar aksi donor darah seperti Desa Sendangagung dan Kecamatan Ngimbang,” pungkas Agus Suyanto. (rul)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini