Beranda Headline

Antisipasi Berbagai Bencana Kalaksa BPBD Lamongan, Terus Bersinergi Dengan Berbagai Pihak

 

 

Lamongan, Suksesi Nasional-Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Lamongan, Sami’an, mengatakan pihaknya bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terus melakukan pemetaan terhadap wilayah yang berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi, khususnya banjir dan genangan.

 

Menurutnya, salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah kawasan Bengawan Jero yang meliputi lima kecamatan. Selain banjir genangan, potensi banjir akibat luapan sungai di sejumlah wilayah juga menjadi perhatian, dengan penanganan disesuaikan kondisi di lapangan.

 

“Kita bersama OPD yang lain juga memetakan daerah-daerah yang rawan. Untuk banjir genangan, memang wilayah Bengawan Jero di lima kecamatan menjadi perhatian. Di samping itu, ada juga banjir luapan di daerah lain. Kami tetap siaga bersama OPD terkait. Selain itu kami bersinergi dengan TNI-Polri dan petugas relawan-lainya, ” ujar Sami’an, usai menggelar Apel kesiapsiagaan?, di Alun-alun kota Lamongan, Kamis (5-11 2026).

 

Sami’an juga mengingatkan pentingnya pengelolaan sumber daya air menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut awal musim hujan di Lamongan diperkirakan mundur hingga dasarian pertama Desember, dengan puncak hujan pada Februari.

Baca Juga :  Bupati Fadeli : BPD Adalah Jembatan Aspirasi Masyarakat Desa

 

Menurutnya, durasi musim hujan yang lebih pendek dibandingkan tahun sebelumnya perlu diantisipasi melalui manajemen air yang baik, terutama untuk menjaga ketersediaan air saat memasuki musim kemarau 2027 yang masih berpotensi mengalami kekeringan.

 

“Kalau melihat prakiraan BMKG, durasi hujan ini lebih pendek daripada tahun lalu. Sehingga dibutuhkan manajemen air yang bagus agar pada musim kemarau nanti tidak sampai terjadi kekeringan panjang, karena potensi kekeringan pada 2027 masih ada,” jelasnya.

 

Selain banjir dan kekeringan, BPBD Lamongan juga mengantisipasi potensi pohon tumbang akibat cuaca ekstrem. Penanganan dilakukan melalui kolaborasi lintas OPD agar respons terhadap kejadian di lapangan dapat dilakukan secara cepat.

 

Sami’an menegaskan, kecepatan penanganan menjadi perhatian utama, terutama apabila pohon tumbang terjadi di jalur nasional yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan.

 

“Untuk monitoring dan penanganan pohon tumbang, kita berkolaborasi dengan OPD lain. Mana yang lebih siap dan lebih cepat, itu yang menangani, apalagi jika terjadi di jalan-jalan nasional, harus cepat sekali,” pungkas Kalaksa BPBD Kab.Lamongan, dihadapan awak media.(rul)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini