Ngawi, Suksesi Nasional.com – Berbagai upaya untuk pencegahan gizi buruk dan stunting Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Ngawi melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi melakukan berbagai upaya intensif untuk mencegah stunting, dengan fokus pada pemberian makanan tambahan (PKMK) bagi balita berisiko, edukasi gizi, serta melibatkan remaja (GenRe) dan inovasi lokal seperti “arisan telur”. Program ini menargetkan penurunan prevalensi stunting melalui intervensi gizi terukur dan pendampingan ibu hamil.
dr. Heri Nurfahrudin, M.MKes kepala dinas kesehatan kabupaten Ngawi mengatakan terus melakukan inovasi dan progam sebagai upaya untuk pencegahan stunting,”Pencegahan dilakukan sejak dini, mulai dari perencanaan kehidupan berkeluarga, masa kehamilan, hingga pemantauan tumbuh kembang anak di posyandu.memaksimalkan Pangan Olahan untuk Diet Khusus (PKMK) bagi anak berisiko gagal tumbuh, gizi kurang, atau gizi buruk dengan resep dokter spesialis” ungkapnya.(06/06/26).
Pihaknya juga menyampaikan supaya setiap puskesmas mendeteksi secara menyeluruh dan mengoptimalkan secara dini” saat saya rakor dengan tim kesahat yang ada di wilayah/puskesmas agar mendeteksi secara dini terjun ke lapangan dan pengecekan secara rutin, saya juga berharap agar selalu membuat inovasi dan progam untuk penanganan gizi juga stunting. Melalui posyandu bisa membantu masyarakat untuk mendapatkan kemudahan pelayanan”, jelasnya.
Masih menurut Kadinkes Ngawi berharap masyarakat juga ikut berperan untuk penanganan stunting mulai dini.
” Penanganan dan pencegahan stunting ini merupakan tanggung jawab semua, saya berharap masyarakat ikut andil dan berperan mulai dini,terutama pada ibu hamil ,ibu menyusui dan yang memiliki anak balita, periksakan ke postu atau posyandu,
stunting bukan karena kekurangan Gisi , namun juga karena penyakit, sekali lagi dalam menangani stunting kita semua harus berperan dan bertanggung jawab.
Penanganan stunting pada remaja oleh Dinas Kesehatan difokuskan pada upaya pencegahan dan deteksi dini, terutama pada remaja putri. Dinas Kesehatan melakukan berbagai kegiatan seperti penyuluhan gizi, pemberian tablet tambah darah (TTD), serta pemeriksaan kesehatan untuk mencegah stunting sejak usia remaja.
Semua ini sebagai upaya pemerintah daerah untuk komitmen penekanan stunting di kabupaten Ngawi,oleh itu kita gelar acara dengan tema remaja sehat generasi kuat ,bersatu lawan stunting sedini mungkin. Saya juga berpesan kepada Remaja juga diharapkan dapat menjadi agen perubahan dengan menyebarkan informasi tentang stunting dan pentingnya gizi seimbang kepada teman sebaya dan keluarga. “pungkasnya.(mar)





