Beranda Headline

Hadiri Panen Perdana Tebu Program Bongkar Ratoon Tahun 2025 di Bolorejo, Ini Kata Plt. Bupati Tulungagung 

 

 

Tulungagung Suksesi Nasional. Com- Pemkab Tulungagung bersama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) menggelar Panen Perdana Tebu Program Bongkar Ratoon Tahun 2025 di area perkebunan Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, Rabu (07/10/2026).

 

Kegiatan panen Tebu perdana yang mengusung tema “Menuju Swasembada Gula Nasional” dan sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Tani Nasional Tahun 2026 dihadiri Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, SM, MM, GM PG. Modjopangoong, Agus Budi Juwono, SE, MSM, Sekdakab Tri Hariadi, Kepala Dinas Pertanian, Drs. Suyanto, MM, Ketua APTI, APTRI, penyuluh pertanian, koordinator BPP, kelompok tani, serta unsur Forkopimcam Kauman.

 

Dalam sambutannya Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh petani, penyuluh pertanian, kelompok tani, SGN/PG Mojopanggung serta seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya program bongkar ratoon.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum panen perdana, tetapi sekaligus bagian dari peringatan Hari Tani Nasional Tahun 2026.

 

Atas nama pemerintah daerah, Baharudin juga menyampaikan selamat Hari Tani Nasional Tahun 2026 dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petani.

 

“Para petani adalah pahlawan pangan yang telah bekerja keras menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas ekonomi di daerah kita,” ujar Ahmad.

 

Diungkapkannya, tanaman tebu merupakan salah satu sektor penopang perekonomian daerah sekaligus memiliki posisi penting dalam mewujudkan swasembada gula nasional.

 

Tanaman tebu merupakan juga merupakan salah satu sektor penopang perekonomian daerah kita sekaligus pilar penting dalam mewujudkan cita-cita bangsa, yaitu swasembada gula nasional.

 

Namun demikian, ia juga mengakui masih terdapat tantangan dalam pengembangan komoditas tebu, khususnya kondisi tanaman ratoon yang sudah berumur tua sehingga mengalami penurunan produktivitas.

 

“Oleh karena itu program bongkar ratoon menjadi salah satu langkah penting untuk memperbarui tanaman sekaligus meningkatkan produktivitas lahan,” ungkapnya.

 

Plt Bupati juga mengapresiasi peran PG Mojopanggung yang telah memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja di Tulungagung. Penyerapan tenaga kerja tersebut tidak hanya terjadi di lingkungan pabrik, tetapi juga melibatkan sopir angkutan, tenaga penebang hingga pekerja di sektor pertanian.

 

“Kita bersyukur di Tulungagung ada pabrik gula. Penyerapan tenaga kerja bukan hanya di pabrik, tetapi juga sopir maupun tenaga kerja di sawah. Ini membantu meningkatkan perekonomian di Kabupaten Tulungagung,” imbuhnya.

 

Program bongkar ratoon tidak sekadar mengganti tanaman tebu yang sudah tua. Lebih dari itu, program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani, menjaga keberlanjutan bahan baku pabrik gula, serta memperkuat sektor pergulaan daerah.

 

“Jadi, kegiatan bongkar ratoon hari ini bukan sekadar memperbaiki atau mengganti tanaman, tetapi menjadi bagian dari upaya kita meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani serta memperkuat sektor pergulaan di Kabupaten Tulungagung,” pungkasnya

 

Sementara itu, GM. PG Modjopanggoong Agus Budi Juwono mengatakan panen perdana bongkar ratoon menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas tanaman sekaligus memperkuat pasokan bahan baku bagi pabrik gula. Ditambahkannya,

tanaman tebu di Kebun Bolorejo ditanam pada Oktober 2025 dan telah memasuki usia sekitar 12 bulan.

Baca Juga :  Sat PJR Polda Jatim Bersama BNNP Ringkus Kurir Narkoba Jaringan Internasional, Sita 7 Kg Sabu

 

“Panen perdana yang kita laksanakan di Kebun Bolorejo ini seluas 4,553 hektare. Tanam pada Oktober 2025, sehingga kurang lebih sudah 12 bulan.

Untuk taksasi produksinya sekitar 90 ton per hektare dan insyaallah hasilnya nanti akan dikirim ke PG Mojopanggung,” ujarnya.

 

Lebih lanjut Agus menjelaskan bahwa PG Mojopanggung memiliki sejarah panjang karena telah berdiri sejak 1852 dan kini berusia sekitar 174 tahun.

Pabrik Gula Modjopanggoong yang berdiri sejak tahun 1852, jadi sudah 174 tahun merupakan peninggalan Belanda yang harus dirawat dan dikelola dengan baik.

 

Dalam proses produksi gula, PG Modjopangoong juga memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja dan perputaran ekonomi masyarakat.

Selama musim giling, setidaknya telah mempekerjakan sekitar 650 karyawan, didukung sekitar 400 armada truk untuk mengangkut pasokan tebu serta sekitar 3.000 tenaga penebang yang berasal dari sejumlah daerah, termasuk Tulungagung, Blitar dan Malang.

 

“Kalau kita menggiling sekitar 3.000 ton per hari, kebutuhan tenaga penebang bisa mencapai sekitar 3.000 orang. Jadi ekosistemnya cukup luas, tidak hanya karyawan pabrik, tetapi juga sopir, tenaga angkutan dan tenaga penebang,” tuturnya.

 

Pada musim giling ini berlangsung mulai tanggal 3 Juni hingga 25 Oktober 2026, atau sekitar 148 hari.

 

“Semoga PG Modjopangoong terus memberikan kontribusi terhadap masyarakat, khususnya dalam membuka lapangan pekerjaan, menggerakkan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tulungagung,” harapnya.

 

Ditempat yang sama, Dra. Endang Suwarti Ketua Kelompok Tani Tani Unggul Desa Bolorejo, dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini memberikan pendampingan kepada petani sejak proses budidaya hingga memasuki masa panen.

 

“Atas nama panitia dan perwakilan petani, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dinas Pertanian, penyuluh pertanian, SGN dalam hal ini Pabrik Gula Mojopanggung, Gapoktan, serta seluruh unsur pendukung yang telah bekerja keras mengelola dan mendampingi kami dalam budidaya tebu, khususnya melalui kegiatan bongkar ratoon tahun 2025 hingga masa panen sekarang ini,” tuturnya.

 

Menurut Endang, komoditas tebu merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan kedaulatan dan swasembada gula nasional. Keberhasilan panen tersebut menjadi bukti bahwa kerja sama, gotong royong dan pendampingan yang baik mampu meningkatkan hasil serta produktivitas petani.

 

Dikatakannya juga, komoditas tebu merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan kedaulatan dan swasembada gula nasional.

 

“Keberhasilan panen ini membuktikan bahwa kerja sama, gotong royong dan pendampingan yang baik mampu meningkatkan hasil dan produktivitas petani,” tandasnya.

 

Ia berharap program peremajaan tanaman tebu melalui bongkar ratoon atau CPCL dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para petani.

 

“Dengan adanya program CPCL ini, mari kita manfaatkan dan gunakan semaksimal mungkin sehingga kita bisa mendapatkan produktivitas yang bagus,” pungkasnya.

Endang juga menyampaikan selamat kepada seluruh petani atas kerja keras hingga menghasilkan panen perdana.(ag)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini