Suksesi nasional. Com Tulungagung– Pemkab Tulungagung Bersama Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), dan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kapolsek, Koramil, Korwil upa sp, Penilik upa sp, ketua PGRI kabupaten Tulungagung beserta pengurus,pengawas kemenag, Menggelar Karnaval Anak Memperingati HUT ke-80 RI. Acara ini berlangsung meriah di Halaman pemkab Tulungagung , Sabtu (20/9/2025).
Dengan rute Start dari halaman pemkab, ke timur pertigaan ke utara, pertigaan selatan stasiun ke barat, finish alon alon depan kantor DPRD.
Karnaval ini diikuti sebanyak 39 lembaga TK- Se- kecamatan Tulungagung dengan jumlah kurang lebih 1500 anak dan ibu, Dengan penuh semangat, peserta karnaval tampil dengan berbagai kostum yang menarik, mulai dari pakaian adat, kostum pahlawan nasional, hingga kostum profesi.
Diah Tristarini selaku Ketua IGTKI Kecamatan Kota Tulungagung mengucapkan selamat datang dan Terima kasih para tamu undangan dan peserta pawai kebangsaan ibu dan anak yang hari ini telah berpartisipasi dalam kegiatan pawai kebangsaan ibu dan anak IGTKI pgri kecamatan Tulungagung .
Tujuan dilaksanakan kegiatan ini untuk memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia ke -80 dan juga sebagai sarana edukasi dan menanamkan nilai – nilai positif sejak dini, seperti cinta tanah air, semangat kebangsaan, dan kecintaan terhadap budaya, serta membentuk kedisiplinan dan akhlak mulia pada anak anak melalui kegiatan yang menyenangkan dan penuh semangat. 
“Hari ini menjadi momen kebersamaan anak-anak TK se-Kota kecamatan Tulungagung dalam memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia,” ucap Diyah
Dikatakannya, kegiatan ini memberi dukungan anak-anak untuk dapat mengembangkan potensi dalam diri dan membentuk karakter sebaik mungkin.
Selain itu, sumarno selaku kepala korwil upa sp kecamatan kota Tulungagung juga menyebutkan karnaval ini juga bertujuan untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme kepada anak-anak, serta meningkatkan kecintaan mereka terhadap budaya daerah.
“Harapannya anak-anak akan memahami arti kemerdekaan ini serta menumbuhkan rasa cinta tanah air sejak dini,” pungkasnya.( hr/al)





