Lamongan, Suksesi Nasional.com – Guna memaksimalkan stabilisasi harga selama Ramadan juga jelang Idul Fitri, Pemprov Jatim menggelar Operasi Pasar Murah yang salah satunya dilaksanakan di depan Kantor Kecamatan Sukodadi pada Rabu (4/3). Gubernur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, melakukan peninjauan secara langsung pelaksanaan OPM di Lamongan.
Diungkapkan Gubernur Khofifah, adanya pasar murah ini merupakan komplementaritas dari program Bupati/Walikota dengan tujuan stabilisasi harga dan pengendalian inflasi.
“Ini pasar murah yang ke-32 yang diselenggarakan oleh Disperindag Provinsi Jawa Timur. Disini program yang kita lakukan secara komplenmentaritas dengan apa yang sudah dilakukan oleh Bupati/Walikota di berbagai titik, harapannya kita sama-sama memaksimalkan stabilisasi harga. Tentu menjelang lebaran ada kecenderungan dinamika harga-harga mengalami perubahan, penyesuaian, dari itu kita lakukan stabilisasi antara lain dengan menggelar pasar murah. Berikutnya adalah tentu pengendalian inflasi, maka bisa dipastikan yang kita jual di pasar murah ini sembako yang jauh di bawah harga pasaran,” ungkapnya.
Ditambahkan Bu Khofifah, bahwa harga beras yang dijual di pasar murah ini untuk 5 kg nya (Beras SPHP) seharga Rp. 55.000, ayam harga Rp. 30.000 dari harga pasar Rp. 42.000, gula dijual dengan harga Rp. 14.000, minyak kita Rp. 13.000, dan cabe rawit yang dipasaran kisaran Rp. 80.000 dijual seharga Rp. 40.000 per kilonya atau sekitar Rp. 4.000 per ons.
“Tentu harapannya ini bisa membantu pemenuhan kebutuhan logistik di masing-masing rumah tangga, saya kira itu yang bisa kita lakukan, sinergi dengan apa yang dilakukan oleh kabupaten kota,” imbuhnya.(rul)





