Ngawi, Suksesi Nasional.com – Pentas seni wayang kulit semalam suntuk warnai tradisi upacara adat istiadat bersih desa Simo, Kecamatan Kendal, Kabupetan ngawi Jawa Timur. Tradisi turun temurun yang masih di lestarikan oleh masyarakat setiap tahun yakni upacara adat istiadat bersih desa atau sedekah bumi.
pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan mendatangkan dalang terkenal, Ki Alex Budi Sabdo Utomo dan Ki Gutoyo Cermo Sudarmo dengan lakon Wedareng Wuku (Watu Gunung), Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan bersih desa yang rutin diadakan setiap tahunnya.
Kepala desa Simo Sugino menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan bersih desa ini terdiri dari beberapa acara, seperti bersih makam leluhur, dzikir tahlil hingga kenduri, dan puncak acaranya adalah kesenian jaranan, dan pagelaran wayang kulit. “Bersih desa ini merupakan tradisi yang harus tetap dilestarikan sehingga semangat gotong royong tetap ada di masyarakat,” ujarnya.
Upacara adat istiadat bersih desa merupakan tradisi setiap tahun yang masih di lestarikan ,dimana saya mengajak masyarakat berkumpul di sini melakukan berdoa bersama untuk mendoakan para pahlawan /Leluhur yang berjuang dan mendoakan yang cikal bakal desa,(pedanyangan)” pungkasnya.
Dimana bersih desa /sedekah bumi atau nyadran di percayai untuk tolak balak dari hal-hal yang buruk (pagebluk) dan diyakini sebagai upacara adat yang menjadi peninggalan leluhur juga sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rizki dari hasil panennya. Upacara adat ini masyarakat membawa makanan/ tumpeng (Ambengan) dari hasil pribumi di tempat petilasan (punden, sendang) dengan maksud bersedakah.
Pagelaran wayang kulit menjadikan suatu tontonan dan tuntunan pada masyarakat yang harus di lestarikan dan di uri-uri dan di jadikan tradisi yang harus di jaga.(mar).




