
suksesi nasional, Kota Blitar
Pemerintah Kota Blitar memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar upacara di Aloon-Aloon Kota Blitar serta Upacara Ziarah Nasional di Taman Makam Pahlawan (TMP) Raden Wijaya, Senin (17/8/2026). Kedua agenda tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan sekaligus sarana untuk mengenang jasa dan perjuangan para pahlawan.
Upacara yang berlangsung di Aloon-Aloon Kota Blitar dipimpin Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin sebagai inspektur upacara. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, anggota DPRD, Wali Kota Blitar periode 2021–2025 Santoso, serta perwakilan sejumlah instansi.
Dalam upacara tersebut, para peserta juga menyampaikan doa bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi berkekuatan 7,7 SR di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026. Doa tersebut menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap para korban bencana.
Usai upacara, Mas Ibin mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan dengan kembali mengingat pengorbanan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, semangat perjuangan para pendahulu harus menjadi teladan untuk menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia juga mengingatkan agar perbedaan tidak menjadi alasan bagi masyarakat untuk terpecah. Menurutnya, mempertahankan keutuhan NKRI merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.
“Aneh sekali ketika hari ini banyak masyarakat, banyak generasi penerus kita yang mempertanyakan merah putih, mempertanyakan NKRI. Bahkan ada yang pengen Indonesia ini disintegrasi tentunya bahaya sekali ini,” kata Mas Ibin.
Rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI kemudian dilanjutkan dengan Upacara Ziarah Nasional di TMP Raden Wijaya. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pemkot Blitar, Forkopimda, TNI/Polri, pelajar, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu nasional.
Dalam ziarah tersebut, Mas Ibin kembali mengajak masyarakat mengenang jasa para pejuang yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, harta benda, hingga nyawa demi kemerdekaan Indonesia. Ia juga menyoroti keberadaan makam tanpa nama yang menjadi gambaran besarnya pengorbanan para pejuang bagi bangsa.
“Beliau para pejuang bangsa telah memberikan tetesan keringat, darah, pengorbanan, bahkan banyak yang gugur di medan pertempuran. Saya terharu tadi melihat beberapa makam tanpa nama atau pahlawan tidak dikenal. Begitu ikhlasnya beliau berjuang untuk kemerdekaan Indonesia sampai namanya tak dikenal. Suatu pengorbanan yang luar biasa bagi bangsa Indonesia,” ungkapnya.
Selain mengenang jasa para pahlawan, Mas Ibin mengajak masyarakat Blitar lebih memahami sejarah perjuangan yang berlangsung di daerah tersebut. Salah satunya melalui Monumen Potlot yang berada di TMP Raden Wijaya dan berkaitan dengan perjuangan tentara Pembela Tanah Air (PETA).
Pemkot Blitar berharap momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak sekadar menjadi agenda tahunan. Peringatan tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus menghargai jasa para pahlawan sekaligus menjaga persatuan dan keutuhan bangsa. (ADV/MIL)





