Suksesinasional.com JOMBANG – Pagi di kawasan Taman Tirta Wisata Keplaksari dan Taman Kebon Ratu, Jumat (30/1), terasa berbeda dari biasanya. Ruang terbuka hijau yang selama ini lekat dengan kenangan warga Jombang itu kembali hidup dengan semangat baru. Udara segar berpadu dengan langkah kaki masyarakat yang berdatangan sejak subuh, menghadirkan suasana penuh harapan atas kebangkitan taman legendaris yang kini bertransformasi menjadi pusat edukasi lingkungan dan kreativitas daerah.
Sejak matahari belum sepenuhnya tinggi, sekitar pukul 06.00 WIB, masyarakat sudah berbondong-bondong memadati kawasan taman. Mereka datang dari berbagai kalangan — orang tua, pelajar, komunitas olahraga, hingga pelaku UMKM. Senam pagi massal menjadi pembuka yang meriah, namun agenda utama hari itu jauh lebih bermakna: peluncuran program “Eling Gahana” serta peresmian Jombang Creative Hub, dua inisiatif strategis Pemerintah Kabupaten Jombang untuk membangun kesadaran lingkungan sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif lokal.
Sekitar pukul 07.00 WIB, kehadiran Bupati Jombang Warsubi, S.H., M.Si., disambut hangat oleh masyarakat. Didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Jombang Yuliati Nugrahani Warsubi, Wakil Bupati Gus Salmanudin bersama Ning Ema Erfina, serta jajaran kepala OPD, Bupati langsung memulai rangkaian kegiatan launching ELING GAHANA — singkatan dari Edukasi Lingkungan dan Pencegahan Bencana.
Rombongan mengawali kunjungan di Taman Kebon Ratu. Di lokasi ini, pemandangan penuh keceriaan tersaji saat puluhan anak TK mengikuti kegiatan edukasi lingkungan hidup.
Mereka belajar mengenali tanaman, membuang sampah pada tempatnya, hingga memahami pentingnya menjaga alam melalui permainan edukatif yang menyenangkan.
Bupati Warsubi tampak antusias berinteraksi langsung dengan anak-anak. Sambil menunduk sejajar dengan tinggi badan mereka, ia menyampaikan pesan sederhana namun sarat makna.
“Eling itu artinya sadar dan peduli. Kalau sejak kecil sudah cinta lingkungan, insyaallah Jombang ke depan akan lebih bersih, sehat, dan aman dari bencana,” tuturnya, disambut tepuk tangan para guru dan orang tua.
Usai dari Kebon Ratu, rombongan bergerak menuju area utama Tirta Wisata Keplaksari. Di sinilah simbol kebangkitan kawasan dilakukan melalui aksi penebaran 2.000 ekor benih ikan nila dan tombro oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan. Air kolam beriak saat ribuan benih ikan dilepaskan, seolah menjadi tanda kehidupan baru yang kembali mengalir di jantung taman legendaris tersebut.
Aksi ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam memulihkan ekosistem sekaligus menjadikan Tirta Wisata sebagai ruang edukasi lingkungan berbasis praktik langsung bagi masyarakat dan pelajar.
Tak jauh dari kolam, deretan booth UMKM tampak ramai dikunjungi warga. Aneka produk lokal mulai dari kerajinan tangan, kuliner khas Jombang, hingga karya seni kreatif dipamerkan dengan penuh kebanggaan. Di sinilah Jombang Creative Hub resmi diperkenalkan sebagai pusat kolaborasi dan inkubasi ekonomi kreatif.
Bupati Warsubi menyempatkan berdialog dengan para pelaku usaha, mendengarkan cerita perjuangan mereka, serta memberi motivasi agar terus berinovasi. Creative Hub ini dirancang sebagai ruang bersama bagi komunitas seni, anak muda, pegiat digital, hingga UMKM untuk berkembang secara berkelanjutan.
“Tempat ini kita siapkan sebagai rumah besar kreativitas Jombang. Di sinilah ide-ide bertemu, karya lahir, dan ekonomi masyarakat bergerak,” ujar Bupati di sela kunjungan.
Momentum kebersamaan semakin terasa saat acara puncak bertajuk “Ngopi Bareng Bupati” digelar di venue utama. Suasana santai namun penuh makna menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Hadir pula anak-anak SD yang tergabung dalam Guk Yuk Cilik, menambah nuansa ceria dalam forum tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Warsubi menegaskan bahwa revitalisasi Tirta Wisata bukan sekadar mempercantik taman, melainkan membangun pusat aktivitas masyarakat yang hidup dan produktif.
“Saya ingin Tirta Wisata kembali menjadi Taman Hiburan Rakyat yang ramai, inovatif, dan memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar. Kegiatan hari ini adalah buah kolaborasi besar lintas OPD, mulai dari Disporapar, Bapperida, BKPSDM, PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dishub, Dinas Kesehatan, Diskominfo, BPBD, Satpol PP, Bagian Umum Setdakab Jombang, serta dukungan Bank Jatim dan seluruh pihak terkait lainnya,” paparnya.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap geliat ekonomi kreatif, Bupati menerima cinderamata dari pelaku e-craft dan secara simbolis menyerahkan kartu anggota Jombang Creative Hub kepada perwakilan komunitas.
Acara kemudian ditutup dengan penampilan seni dari para talenta lokal Jombang. Musik, tari, dan pertunjukan kreatif lainnya mengalir harmonis, memperlihatkan betapa besarnya potensi sumber daya manusia yang dimiliki daerah ini.
Gelak tawa, tepuk tangan, serta obrolan hangat saat ngopi bersama menjadi penanda kuat bahwa Tirta Wisata kini kembali menjadi ruang publik yang hidup — tempat warga berkumpul, belajar, berkreasi, dan tumbuh bersama.
Dengan hadirnya program Eling Gahana dan Jombang Creative Hub, Pemerintah Kabupaten Jombang menegaskan arah pembangunan yang tidak hanya fokus pada fisik infrastruktur, tetapi juga pada pembentukan karakter peduli lingkungan serta penguatan ekonomi berbasis kreativitas.
Taman Tirta Wisata hari ini bukan lagi sekadar kenangan masa lalu. Ia telah bertransformasi menjadi simbol kebangkitan ruang publik yang modern, edukatif, dan produktif — siap mengantarkan Jombang menuju masa depan yang maju, lestari, dan sejahtera untuk semua.(lil)





