Suksesi nasional.com Tulungagung – Seperti tahun-tahun sebelumnya, bersih desa di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung menggelar bersih kelurahan di Kantor setempat. Rabo (29/4/2026).
Kepala Kelurahan Kepatihan, Rio Hendrawan Nusantara mengatakan, kegiatan bersih Kelurahan memiliki makna yang mendalam, dan digelar rutin setiap tahun.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya sekadar membersihkan lingkungan fisik, tetapi juga memiliki tujuan spiritual dan sosial yang kuat.
“Bersih kelurahan ini merupakan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat sebagai rasa syukur, memohon keselamatan dan kelancaran hidup,” kata Rio.

Melalui bersih Kelurahan Kepatihan, masyarakat memanjatkan doa, memohon perlindungan kepada Tuhan YME agar nikmat yang diterima semakin melimpah dan kehidupan masyarakat selalu aman dan tentram.
Di sisi lain, bersih Kelurahan Kepatihan merupakan kearifan lokal dan tradisi turun temurun yang harus selalu dijaga dan dilestarikan.
“Kegiatan ini adalah sebuah tradisi dalam upaya menjaga kelestarian budaya dan lingkungan seperti menjaga kebersihan,” ucapnya.
Rio menambahkan, bersih Kelurahan Kepatihan juga sebagai upaya membangun persatuan dan kesatuan.
Camat kota Hari Prastijo, menyampaikan tradisi bersih kelurahan kepatihan sudah mengakar sampai sekarang. Mengingatkan waktu kecil Dulu masyarakat berbondong-bondong menuju ke Kelurahan membawa takir dan mengambil takir yang bukan bawaannya. Tanpa mengurangi makna mungkin sekarang di sederhana kan sebaik mungkin dan tidak Merepotkan warga. Ungkapnya.
Sebab, kegiatan itu melibatkan seluruh warga dalam berbagai tahapan sehingga dapat memperkuat rasa persatuan dan kesatuan masyarakat.
Secara prinsip, bersih Kelurahan Kepatihan tidak hanya sekadar tradisi, tetapi juga merupakan wujud rasa syukur, harapan, dan upaya untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh warga.
Secara keseluruhan, bersih Kelurahan Kepatihan memiliki makna yang sangat luas dan penting bagi masyarakat,” tutupnya.***





