Suksesinasional.com JOMBANG – Suasana kawasan Ringin Contong, Jombang, Minggu (20/10/2025), berubah menjadi lautan warna dan kemeriahan. Ribuan masyarakat tumpah ruah di sepanjang jalan utama untuk menyaksikan Pawai Budaya dan Ringin Contong Carnival Parade Kostum dalam rangkaian Jombang Fest 2025 – Gelar Anak Bangsa. Kegiatan ini menjadi momentum istimewa dalam memperingati Hari Jadi Kota Jombang sekaligus Hari Santri Nasional. Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jombang.
Mengusung tema “Gugurnya Ronggolawe di Kali Gedhe Tambakberas”, rombongan ini menampilkan kolaborasi seni, sejarah, dan budaya yang menggugah semangat kebangsaan. Kostum megah dengan ornamen khas prajurit Majapahit berpadu dengan narasi heroik perjuangan Ronggolawe, menjadikan tampilan mereka sebagai salah satu daya tarik utama dalam parade tersebut.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Negeri Kabupaten Jombang, Abdul Muntolib, S.Pd., M.M, mengatakan, keterlibatan Cabdin Jombang dalam kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan dunia pendidikan terhadap pelestarian nilai budaya dan kearifan lokal. “Kami dari MKKS SMA, SMK, dan PKLK negeri maupun swasta bersatu untuk memeriahkan Jombang Fest 2025. Ada sekitar 20 siswa yang kami libatkan dalam parade ini. Kami ingin menunjukkan bahwa lembaga pendidikan juga memiliki peran penting dalam menjaga dan menghidupkan budaya daerah,” ujarnya. Lebih lanjut, Muntolib menegaskan bahwa meskipun sekolah-sekolah di bawah koordinasi Cabdin Jombang merupakan satuan pendidikan provinsi, mereka tetap memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Kabupaten Jombang.
“Kami ini juga bagian dari warga Jombang. Walaupun secara administrasi berada di bawah provinsi, tetapi wilayah kerja kami di sini. Jadi, sudah seharusnya kami ikut berkontribusi memeriahkan Hari Jadi Kota Jombang dan Hari Santri Nasional yang dikemas dalam karnaval budaya Ringin Contong ini,” imbuhnya. Persiapan keikutsertaan Cabdin Jombang dilakukan sejak jauh hari. Pihaknya bersama para guru dan siswa berlatih dan menyiapkan konsep pertunjukan dengan serius, agar penampilan mereka mampu memberikan kesan mendalam bagi masyarakat. “Kegiatan seperti ini sudah menjadi agenda tahunan yang selalu kami dukung. Kami ingin setiap tahun tampil lebih baik, karena ini bukan sekadar parade, tetapi wadah untuk mempererat kebersamaan dan menanamkan rasa cinta budaya kepada peserta didik,” jelas Muntolib. Meski sempat diguyur hujan, semangat para peserta tak surut sedikit pun. Justru, suasana menjadi semakin hidup dan penuh semangat.
“Hujan tadi kami anggap sebagai berkah. Udara jadi sejuk dan suasananya semakin menyenangkan. Yang penting semangat tetap menyala untuk memeriahkan acara ini,” katanya tersenyum. Penampilan spektakuler para siswa binaan Cabdin Jombang mendapat sambutan meriah dari masyarakat.
Kostum bertema Gugurnya Ronggolawe di Kali Gedhe Tambakberas yang sarat makna sejarah menggambarkan keberanian, kesetiaan, dan pengorbanan demi kejayaan bangsa. Melalui partisipasi ini, Cabdin Jombang ingin menegaskan bahwa dunia pendidikan tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga menjadi garda depan dalam melestarikan warisan budaya dan memperkuat karakter kebangsaan. “Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi generasi muda. Lewat Jombang Fest, anak-anak bisa belajar mencintai budaya, menghargai sejarah, dan menumbuhkan kebanggaan sebagai warga Jombang,” tutup Muntolib.
Dengan semangat kebersamaan dan cinta budaya, kehadiran Cabdin Jombang di Jombang Fest 2025 menjadi bukti nyata sinergi antara dunia pendidikan dan masyarakat. Mereka tidak hanya memeriahkan perayaan, tetapi juga membawa pesan moral tentang pentingnya menjaga identitas budaya di tengah arus modernisasi.(lil)





