Suksesinasional.com JOMBANG – Empat tahun perjalanan Lembaga Swadaya Masyarakat Generasi Nasional Hebat (LSM GeNaH) menjadi bukti keteguhan sebuah gerakan sipil dalam menjaga nurani demokrasi dan memperjuangkan hak-hak masyarakat. Di tengah dinamika kepentingan dan perubahan zaman, GeNaH tetap berdiri konsisten sebagai kekuatan kontrol sosial yang berpihak pada transparansi dan keadilan publik di Kabupaten Jombang.
Mengusung tema “Bersatu Kobarkan Semangat Perjuangan”, peringatan Anniversary ke-4 GeNaH yang digelar di Aula Gedung Kesenian Kabupaten Jombang, Sabtu (17/01/2026), tidak sekadar menjadi seremoni perayaan, melainkan momentum refleksi dan peneguhan komitmen perjuangan untuk terus mengawal demokrasi serta kepentingan rakyat secara berkelanjutan.
Di hadapan jajaran Pemerintah Kabupaten Jombang, unsur TNI–Polri, tokoh masyarakat, serta jejaring aktivis lintas daerah, Ketua LSM GeNaH, Hendro Suprasetyo, menyampaikan Catatan Akhir Tahun 2025 dengan nada tegas namun penuh keteduhan. Catatan itu merekam perjalanan GeNaH yang konsisten menempatkan kepentingan publik sebagai poros utama perjuangan.
Salah satu tonggak paling membanggakan adalah keberhasilan GeNaH menjadi satu-satunya organisasi masyarakat di Jombang yang memperoleh akreditasi resmi sebagai Pemantau Pemilu dan Pilkada 2024. Sebuah pengakuan yang lahir dari kerja panjang, disiplin organisasi, serta keberanian menjaga independensi.
“Akreditasi ini bukan medali kehormatan, melainkan amanah besar. Demokrasi hanya akan hidup jika diawasi dan dijaga bersama,” ujar Hendro, menegaskan komitmen GeNaH sebagai penjaga nilai demokrasi.
Namun, perjuangan GeNaH tidak berhenti di ruang-ruang formal. Organisasi ini justru memilih turun langsung ke lapisan paling dasar masyarakat. Dari desa ke desa, GeNaH mendorong keterbukaan informasi publik, memastikan hak warga untuk tahu dijamin sepenuhnya. Tak jarang, upaya tersebut berujung pada pengajuan sengketa informasi ke Komisi Informasi Publik (KIP) demi menegakkan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Keberanian GeNaH semakin tampak ketika organisasi ini mengambil peran aktif dalam isu-isu krusial, seperti pengawalan tunjangan perumahan DPRD Jombang serta perjuangan meringankan beban Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bersama Aliansi Rakyat Jombang.
Kehadiran posko pengaduan rakyat di Kebon Rojo menjadi simbol nyata bahwa GeNaH bukan hanya pengamat, melainkan ruang aman bagi warga menyampaikan aspirasi dan kegelisahan.
Di balik sikap kritis yang kerap lantang, GeNaH juga menampilkan wajah kemanusiaan yang tulus. Perayaan ulang tahun ini turut diisi dengan santunan bagi puluhan anak yatim, yang diserahkan langsung oleh pengurus sebagai wujud kepedulian sosial.
“Perjuangan sosial tidak boleh kehilangan empati. Anak-anak yatim adalah tanggung jawab kita bersama. Di situlah nilai kemanusiaan diuji,” tutur Hendro, penuh makna.
Apresiasi pun datang dari berbagai pihak. Kapolsek Jombang, AKP Edy Widoyono, mengakui peran GeNaH sebagai mitra strategis yang turut menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah. Sementara Budi dari Kesbangpol, mewakili Bupati Jombang, berharap GeNaH terus menjadi kekuatan penyeimbang yang kritis namun solutif.
Pesan mendalam disampaikan aktivis senior, Hadi, yang menegaskan pentingnya menjaga integritas gerakan sipil.
“GeNaH sudah berada di jalur yang tepat. Tetaplah membumi, gunakan data sebagai senjata utama, dan hadirkan solusi bagi masyarakat,” pesannya.
Memasuki tahun 2026, GeNaH menatap masa depan dengan keyakinan dan semangat kolaborasi. Dengan pengalaman yang kian matang, organisasi ini berkomitmen untuk terus mengawal transparansi anggaran, pelayanan publik, dan kebijakan strategis daerah.
Empat tahun perjalanan GeNaH bukanlah garis akhir. Selama masih ada ketimpangan, selama akses informasi belum sepenuhnya terbuka, GeNaH berjanji akan tetap berdiri—bersatu, berani, dan setia mengobarkan semangat perjuangan demi Jombang yang adil, terbuka, dan berkeadaban.(lil)





