Saat tabur bunga di petilasan
Suksesi nasional.com – Nguri – Nguri tradisi peninggalan nenek moyang yang masih di lestarikan oleh masyarakat Jawa yakni sedekah bumi atau yang disebut bersih desa
Bayu Prasetyo selaku lurah Mangge kecamatan Barat mengatakan Tradisi peninggalan leluhur kuno ini wajib dilestarikan oleh masyarakat sekarang, bersih desa merupakan nguri – nguri adat istiadat dan melestarikan seni budaya Tari lengen Bekso yang selalu menjadi ciri khas saat bersih desa “katanya
Dimana masyarakat berkumpul punden maupun sendang yang di yakini petilasan yang masih terwujud dari nenek moyang dahulu,lanjut Bayu Lurah Mangge Tradisi Bersih Desa sebagai upacara adat memiliki makna spiritual di baliknya. Bersih Desa bertujuan untuk mendoakan arwah para leluhur dan mengungkapkan syukur kepada Tuhan atas limpahan Riski, juga memberikan petuah pada generasi penerus untuk selalu melestarikan tradisi ini” jelasnya
Masih menurut Bayu marilah sejenak tundukan kepala untuk berdoa dan Mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen, kesehatan, dan kesejahteraan yang telah diberikan juga mendoakan para pahlawan yang telah memperjuangkan yang babat alas (cikal bakal desa/Perdanyangan), saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh masyarakat yang masih melestarikan tradisi ini setiap tahunnya ” pungkasnya
Tradisi bersih desa yang di laksanakan kelurahan Mangge identik dengan tari tayub dan tabur burit (nyekar) di petilasan yang berada di punden (Resti)





