Suksesi nasional tulungagung– Senin 15- juni 2026 , bertepatan dengan 1 Muharram 1448 Hijriyah, warga RT 04 RW 06 Kelurahan kepatihan , menggelar peringatan Hari Asyura dengan semangat kebersamaan yang kuat. Bertempat di rumah bapak Ayub komarodin atau gendut panggilan akrabnya,kegiatan ini berlangsung sederhana namun penuh makna, mencerminkan kuatnya nilai religius dan budaya yang masih dijaga dengan baik oleh masyarakat.
Kegiatan dimulai sejak jam 19.00, ketika warga secara bergotong royong menyiapkan tempat acara, dan menata tempat.jajanan , Anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut serta, menciptakan suasana rukun dan hangat yang jarang ditemui di tengah kesibukan harian.

Acara utama dimulai selepas isya, dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. menyatukan hati untuk mendoakan keselamatan dan kebaikan bagi seluruh keluarga dan lingkungan. Doa juga dipanjatkan untuk para leluhur serta warga yang telah wafat agar senantiasa mendapat rahmat Allah SWT.
Sebagaimana tradisi yang telah mengakar, peringatan Asyura di RT 04 juga ditandai dengan kegiatan silaturahmi atau kenduri bersama. Warga membawa aneka sajian dari rumah masing-masing, menjadi simbol khas peringatan 1 Muharram 1448 dengan sajian makanan khas tradisional dan lauk sederhana, lalu dinikmati bersama sebagai simbol rasa syukur, kesederhanaan, dan solidaritas sosial.
Kebersamaan yang tercipta selama proses persiapan hingga pelaksanaan menjadikan kegiatan ini bukan hanya momen ibadah, tetapi juga ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga
Dalam sambutannya, Ketua RT 04 fery kurniawan menyampaikan bahwa tradisi peringatan Hari Asyura bukan hanya sekadar rutinitas tahunan, tetapi merupakan warisan nilai yang mengandung pelajaran tentang kesabaran, keikhlasan, dan pentingnya peduli terhadap sesama. Ia juga mengajak seluruh warga untuk terus menjaga kekompakan dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Malam peringatan Asyura di RT 04 ditutup dengan tausiyah singkat dan makan bersama, di mana seluruh warga menikmati hidangan dalam suasana akrab dan penuh rasa syukur. Tradisi yang diwariskan turun-temurun ini menjadi kekuatan sosial yang nyata bagi masyarakat menjadikan nilai-nilai Islam tak hanya dipahami, tetapi juga dihidupi dalam keseharian.





