Beranda Tulungagung

Plt Bupati Ahmad Baharudin: Tiga Kali Panen Setahun Jadi Modal Tulungagung Perkuat Ketahanan Pangan

Tulungagung, Suksesi Nasional.com – Produktivitas pertanian Kabupaten Tulungagung yang mampu mencapai tiga kali panen dalam setahun menjadi modal penting untuk memperkuat ketahanan pangan daerah. Pemerintah Kabupaten Tulungagung mendorong capaian tersebut dipertahankan melalui penguatan irigasi, tata kelola pengairan, serta sinergi dengan petani.

Hal itu disampaikan Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin saat menghadiri Tasyakuran Panen Raya yang digelar Gabungan Himpunan Petani Pengguna Air (GHIPPA) Sobokalen bersama Gapoktan Setyo Tani Kelurahan Karangwaru di Pos Pantau Air Sawah Kelurahan Karangwaru, Selasa (15/9).

“Alhamdulillah, hari ini kita bersyukur kepada Allah SWT atas panen yang melimpah. Jika dihitung-hitung, dalam satu tahun kita bisa panen tiga kali, dan hasilnya terus meningkat berkat kerja sama dan gotong royong kita semua,” kata Ahmad Baharudin.

Menurutnya, capaian panen tiga kali setahun bukan semata hasil kerja petani, melainkan buah dari sinergi berbagai pihak, mulai pemerintah, petani, pengelola pengairan hingga penyuluh pertanian.

Karena itu, ia meminta keberhasilan tersebut tidak berhenti sebagai capaian produksi, tetapi menjadi dasar untuk membangun sistem pertanian yang lebih berkelanjutan.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kondisi jaringan irigasi. Menurut Ahmad Baharudin, kelancaran pola tanam sangat ditentukan oleh kemampuan masyarakat dan pemerintah dalam menjaga serta merawat infrastruktur pengairan.

Memasuki musim penghujan, petani diminta melakukan langkah antisipasi sejak dini dengan membersihkan saluran air dan mengintensifkan kerja bakti. Upaya tersebut diperlukan untuk mencegah penyumbatan, genangan, maupun potensi banjir yang dapat mengganggu lahan pertanian.

Sebaliknya, pada musim kemarau, distribusi air diminta dilakukan secara adil dengan mengutamakan komunikasi dan kepentingan bersama. Pengaturan tersebut dinilai penting agar kebutuhan air setiap kelompok petani tetap terpenuhi dan jadwal tanam tidak terganggu.

“Pemerintah selalu mendukung penuh para petani. Yang terpenting mari kita terus jaga kekompakan, gotong royong, dan kerukunan. Jika tanamnya lancar dan dipersiapkan dengan matang bersama-sama, insya Allah panen-panen berikutnya juga akan terus berlimpah,” tuturnya.

Baca Juga :  BKPSDM Tulungagung Sediakan Ruang Pelayanan & Tamu Dalam Pelaksanaan Pelayanan Bidang Kepegawaian

Dalam kesempatan tersebut, Ketua GHIPPA Sobokalen Mustofa mengatakan sejumlah persoalan yang masih dihadapi petani. Salah satunya berkaitan dengan kondisi jalan usaha tani yang menghubungkan wilayah Kelurahan Karangwaru, Boyolangu, Moyoketen, Bono, hingga Tamanan.

Mustofa mengatakan, kondisi jalan masih cukup mendukung aktivitas pertanian saat musim kemarau. Namun ketika musim hujan, sejumlah ruas menjadi becek sehingga menghambat mobilitas petani dan pengangkutan hasil panen.

GHIPPA Sobokalen berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan terhadap perbaikan infrastruktur tersebut guna menunjang aktivitas pertanian dan distribusi hasil produksi.

Selain itu, GHIPPA Sobokalen juga meminta dukungan Pemkab Tulungagung karena dipersiapkan mewakili Kabupaten Tulungagung dalam lomba HIPPAM tingkat Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan panen raya yang mengusung tema “Panen Raya Menuju Tulungagung Swasembada Pangan” tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Tulungagung, jajaran Forkopimcam, kepala desa dan lurah, penyuluh pertanian, pengelola pengairan, serta ratusan petani.

Bagi Pemkab Tulungagung, kemampuan petani melakukan panen hingga tiga kali setahun menjadi peluang sekaligus tantangan. Produktivitas tersebut perlu dijaga melalui dukungan infrastruktur pertanian, pengelolaan air yang baik, serta pola tanam yang terukur.

Tasyakuran panen raya ditutup dengan doa bersama dan pemotongan padi secara simbolis oleh Plt Bupati Ahmad Baharudin bersama Kepala Dinas Pertanian dan jajaran Forkopimcam Boyolangu.

Capaian tiga kali panen dalam setahun menunjukkan potensi besar sektor pertanian Tulungagung. Dengan penguatan irigasi dan kolaborasi antara pemerintah serta petani, capaian tersebut diharapkan menjadi pijakan menuju ketahanan dan swasembada pangan yang berkelanjutan. (Ag)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini