
Lamongan, Suksesinasional.com -Dampak Musim kemarau di Kabupaten Lamongan, seperti biasanya dirasakan masyarakat lamongan, yakni mengalami kekeringan. Akibatnya sungai, waduk dan sumber air (sumur/bor) mengalami surutnya sumber air yang praktis sangat berdampak akan kebutuhan air setiap harinya.
Terkait itu Pemkab Lamongan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan terus berusaha memenuhi kebutuhan air bersih untuk masyarakat.
Sebagaimana diketahui BPBD Lamongan sudah melakukan upaya untuk pemenuhan air bersih untuk warga, sejak awal bulan juli 2026. Hingga per 12 Agustus 2026 BPBD lamongan sedikitnya sudah melakukan bantuan droping air bersih di beberapa desa diantaranya, desa Kedungkumpul, Dermolemahbang, Tlemang, Cangkring, Talunrejo, Sumberejo, Baranggayam, Rejotengah dan Desa Wedoro. Ketujuh desa tersebut meliputi beberapa kecamatan, yakni, Kec Sarirejo, Ngimbang, Bluluk, Pucuk, Karangbinangun, Deket dan Kecamatan Glagah.
Wakil Bupati Lamongan, mengatakan jika untuk mengatasi kebutuhan air bersih Pemerintah Kabupaten Lamongan, melalui BPBD siap melakukan bantuan droping air.
” Namun demikian, Alhamdulillah, untuk kebutuhan air baku pertanian tercukupi hasil panen padi bagus harganya juga tinggi, ” kata Wabup Lamongan, saat turun langsung droping air didesa Wedoro, Kec Glagah, Rabu (12/08/2026).

Sementara itu Sami’an, SE, MM mengatakan, Kegiatan dropping air untuk memenuhi kebutuhan harian air bersih di ds wedoro kec glagah sbyk 3 mobil tangki / 16.000. Dimana itu atas permintaan pemerintah desa,” kata Kepala BPBD Lamongan.
” Kami BPBD telah melakukan dopping mulai akhir juli di kec sarirejo kemarin. Sebagaimana diketahui saat ini ada 89 desa di 15 kecamatan yang terdampak kekeringan. Namun sejauh ini masih 9 desa dari 7 kecamatan yang meminta droping air. Soal bantuan droping air, kami akan selalui siap melayani permintaan masyarakat. Droping air bersih sesuai dengan permintaan desa dan hasil asisement trc di lapangan,” kata Sami’an saat mendampingi Wakil Bupati Lamongan.(rul)




