
Suksesinasional.com Jombang – Makna jabatan pemberian tanpa diminta adalah apabila umat atau masyarakat melihat kapasitas, integritas, dan kelayakan seseorang, lalu memintanya untuk mengemban amanah tersebut. Jika seseorang ditunjuk secara sah tanpa melobi atau berambisi, maka ia dijanjikan akan mendapat bimbingan dan pertolongan dari Allah SWT dalam mengambil keputusan dan menegakkan keadilan.
Saat ini, jabatan selalu diminta atau dengan kata lain menjadi berebutan bagi seseorang yang berambisi, baik itu jabatan kenegaraan dan bahkan jabatan pada organisasi keagamaan,
Fenomena berebut jabatan di kalangan ulama sering kali dipandang sebagai indikasi pudarnya nilai zuhud dan bergesernya orientasi dakwah dari akhirat menjadi duniawi. Dalam Islam, hal ini menjadi peringatan akan hilangnya keteladanan, di mana ilmu agama berpotensi dijadikan alat untuk mencari keuntungan politik, prestise, maupun kekayaan.
Dalam sejarah Islam diceritakan, Nabi Muhammad SAW tidak mengangkat 2 orang yang meminta jabatan, “Abu Musa berkata, “Saya masuk menemui Nabi bersama dengan dua orang teman. Lalu salah seorang dari kedua orang itu berkata, “Jadikanlah (angkatlah) aku sebagai amir (pejabat) wahai Rasulullah”. Kemudian yang seorang lagi juga meminta hal yang sama. Lalu Nabi bersabda, “Sungguh aku tidak akan mengangkat sebagai pejabat orang yang memintanya dan tidak juga orang yang berambisi terhadap jabatan itu”. (HR. Bukhari, Abu Daud dan Nasai)”.
عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: دَخَلْتُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا وَرَجُلاَنِ مِنْ قَوْمِي، فَقَالَ أَحَدُ الرَّجُلَيْنِ: أَمِّرْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَقَالَ الآخَرُ مِثْلَهُ، فَقَالَ: «إِنَّا لاَ نُوَلِّي هَذَا مَنْ سَأَلَهُ، وَلاَ مَنْ حَرَصَ عَلَيْه
Pandangan Islam mengenai larangan berambisi terhadap kekuasaan berakar langsung dari sabda Nabi Muhammad SAW. Hal ini merupakan prinsip kehati-hatian karena jabatan bukanlah sebuah kehormatan atau hadiah, melainkan amanah dan beban berat yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Konsekuensi utama jika seseorang mengejar jabatan :
1. Dilepas pada Kemampuan Sendiri: Allah SWT akan menelantarkan dan tidak akan memberikan pertolongan (taufiq) kepada orang yang memimpin karena ambisinya sendiri.
2. Sumber Penyesalan: Beban moral dan pertanggungjawaban kepemimpinan yang berat di dunia dan akhirat akan menjadi penyesalan besar bagi orang yang sebelumnya memaksakan diri ingin berkuasa.
3. Pintu Ketidakadilan: Ambisi duniawi sering kali membutakan hati, sehingga ia berpotensi menyalahgunakan wewenang dan kesulitan berlaku adil.




