Suksesinasional.com = JOMBANG – Setelah cukup lama “mati suri”, Tirta Wisata Jombang akhirnya kembali bangkit dan menemukan momentumnya. Dibuka kembali pada H+1 Lebaran 2026, destinasi yang berada di Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan ini seolah tak butuh waktu lama untuk kembali merebut hati masyarakat.
Gelombang pengunjung pun langsung berdatangan, menghidupkan kembali denyut wisata yang sempat terhenti.
Suasana yang dulu lengang kini berubah menjadi penuh keceriaan. Setiap hari, sekitar 200 hingga 300 pengunjung memadati area kolam renang. Tawa anak-anak, kebersamaan keluarga, hingga hiruk-pikuk pengunjung menjadi pemandangan yang kembali menghiasi Tirta Wisata—menandai kebangkitan nyata destinasi ini.
Kepala Bidang Destinasi dan Industri Wisata Disporapar Jombang, Yudha Dewandrianto, mengungkapkan bahwa kebangkitan ini tidak lepas dari pembenahan yang dilakukan secara menyeluruh. Pengelola menghadirkan konsep wisata yang lebih segar dan kekinian, tanpa meninggalkan esensi utama sebagai tempat rekreasi keluarga.
Berbagai inovasi pun dihadirkan, mulai dari wahana mandi busa yang menjadi favorit anak-anak, hiburan live musik elektronik yang menambah atmosfer lebih hidup, hingga komitmen menjaga kualitas air kolam tetap bersih tanpa kaporit. Perpaduan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang menginginkan hiburan sehat sekaligus menyenangkan.
“Kami ingin Tirta Wisata menjadi tempat yang ramah untuk semua kalangan—menghibur, terjangkau, dan tetap memperhatikan kesehatan,” ujar Yudha.
Tak hanya dari sisi fasilitas, strategi harga yang diterapkan juga menjadi kunci keberhasilan. Dengan tarif masuk yang dipangkas menjadi Rp5.000 selama masa promo Lebaran hingga libur sekolah, Tirta Wisata berhasil menarik minat masyarakat luas. Meski murah, pengelola tetap mampu mencatat pendapatan yang cukup stabil, rata-rata Rp1,5 juta per hari, bahkan mencapai Rp3 juta saat puncak kunjungan.
Bagi masyarakat, kehadiran kembali Tirta Wisata bukan sekadar tempat rekreasi, tetapi juga solusi hiburan di tengah kondisi ekonomi pasca-Lebaran. Yanti (43), warga jombang, mengaku merasakan langsung perubahan tersebut. “Sekarang lebih bersih dan ramai. Harganya juga terjangkau, jadi kami bisa tetap jalan-jalan tanpa harus keluar biaya besar,” katanya.
Melihat tingginya minat pengunjung, pengelola berencana mengoptimalkan operasional dengan membuka destinasi ini secara rutin pada akhir pekan dan hari libur nasional. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kualitas layanan sekaligus mempertahankan antusiasme masyarakat.
Kebangkitan Tirta Wisata Jombang menjadi cerminan bahwa wisata lokal tak pernah benar-benar kehilangan daya tariknya. Dengan sentuhan inovasi, pengelolaan yang tepat, dan keberpihakan pada kebutuhan masyarakat, destinasi ini kembali hidup—bahkan siap bersaing dan menjadi kebanggaan daerah.(lil)





