Beranda Headline

Muktamar ke-35 NU Tinggal Sepekan, Bupati Warsubi Turun Langsung Pastikan Kesiapan Jombang

JOMBANG,Suksesinasional.com – Pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jombang tinggal menghitung hari. Menjelang agenda akbar yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang terus mematangkan berbagai persiapan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, nyaman dan lancar.

Keseriusan itu ditunjukkan Bupati Jombang Warsubi, S.H., M.Si. dengan turun langsung meninjau venue utama pembukaan Muktamar ke-35 NU di Lapangan Untung Suropati, Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang, Rabu (19/8/2026).

Bupati tidak datang sendiri. Peninjauan turut diikuti Wakil Bupati Jombang Salmanuddin, S.Ag., M.Pd., Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo, S.H., M.Si., serta jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Jombang.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah memastikan seluruh kebutuhan pendukung Muktamar benar-benar siap sebelum ribuan muktamirin, tamu undangan dan masyarakat dari berbagai daerah berdatangan ke Kota Santri.

Rombongan Pemkab Jombang disambut Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU sekaligus Ketua Yayasan PPBU KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, Tim Kreatif Muktamar ke-35 NU Helmy M. Noor, serta jajaran panitia lokal.

Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Jombang dan panitia membahas berbagai kebutuhan teknis maupun pelayanan publik. Dukungan pemerintah daerah mencakup penataan lalu lintas, pengamanan lokasi, penerangan jalan umum, toilet portable, tenaga kebersihan, publikasi hingga pelayanan kesehatan.

Langkah tersebut menjadi penting mengingat Muktamar ke-35 NU diperkirakan akan menghadirkan banyak peserta dan tamu dari luar daerah. Mobilitas masyarakat yang meningkat tentu membutuhkan kesiapan lintas sektor agar tidak menimbulkan persoalan di lapangan.

Pemkab Jamin Akses Kesehatan Muktamirin

Salah satu perhatian serius Pemkab Jombang adalah aspek pelayanan kesehatan. Pemerintah daerah memastikan peserta maupun masyarakat dari luar Jombang yang mengalami gangguan kesehatan selama berada di wilayah Jombang tetap dapat memperoleh pelayanan.

Bupati Warsubi bahkan mengungkapkan bahwa Pemkab Jombang melakukan perubahan terhadap Peraturan Bupati mengenai Jamkesmaskin sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Muktamar.

“Kami sampai merubah Perbup terkait Jamkesmaskin. Dengan adanya Muktamar ke-35 NU, masyarakat di luar Jombang jika mengalami masalah kesehatan bisa berobat di Kabupaten Jombang secara gratis,” ungkap Warsubi.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk kesiapan pemerintah daerah dalam memberikan rasa aman kepada seluruh tamu yang datang ke Jombang. Pelayanan publik, kata dia, harus tetap berjalan optimal meskipun daerah tengah menjadi pusat perhatian nasional.

Bupati juga meminta seluruh kepala OPD terkait untuk tidak bekerja sendiri-sendiri. Koordinasi dengan panitia lokal harus diperkuat agar setiap kebutuhan dapat dipetakan dan diselesaikan sebelum hari pelaksanaan.

“Kami arahkan seluruh kepala OPD untuk totalitas bekerja semaksimal mungkin. Dengan koordinasi yang baik, semoga semuanya berjalan lancar dan penuh keberkahan untuk masyarakat. Muktamar ke-35 NU yang diadakan di Kota Santri ini adalah kebanggaan masyarakat Kabupaten Jombang,” tegasnya.

Baca Juga :  Ketua KONI Magetan Ucapkan Selamat Pada Anggota IMI Yang Baru di Lantik

Lapangan Untung Suropati Disulap Jadi Venue Utama

Sementara itu, Tim Kreatif Muktamar ke-35 NU Helmy M. Noor menjelaskan bahwa Lapangan Untung Suropati dipersiapkan sebagai venue utama pembukaan dengan kapasitas sekitar 5.000 orang.

Untuk menunjang kegiatan, panitia telah mendirikan tenda roder berukuran besar yang dibagi menjadi tiga sektor utama.

Tenda A berukuran 20 x 60 meter diperuntukkan bagi para undangan. Tenda B berukuran 25 x 60 meter disiapkan untuk Presiden, staf kepresidenan, menteri beserta jajaran. Sementara Tenda C berukuran 20 x 60 meter diperuntukkan bagi dzurriyah Pondok Pesantren Tambakberas Jombang.

Menariknya, konsep venue tidak hanya menitikberatkan pada kapasitas dan fungsi. Panitia juga menyiapkan sentuhan visual agar kawasan tersebut tampil lebih hidup dan menarik bagi masyarakat.

Sejumlah spot foto disiapkan, termasuk gerbang utama dengan desain khusus serta videotron panjang yang ditempatkan di bagian depan Lapangan Untung Suropati.

“Yang menarik, di tempat ini kami bikin suasana yang instagramable, serta banyak tempat untuk mengambil spot foto. Gatenya juga keren. Akan ada videotron panjang di depan Lapangan Untung Suropati. Sehingga yang biasanya apabila masyarakat melintas yang biasanya gelap gulita, kini mulai tanggal 21 Agustus akan terlihat sparkling,” jelas Helmy.

Tidak hanya itu, sejumlah fasilitas pendukung juga dipersiapkan untuk menunjang kenyamanan tamu dan peserta, seperti holding Presiden, VIP Presiden, mushola darurat serta toilet portable yang dilengkapi fasilitas pendingin ruangan.

Masyarakat Disiapkan Ruang untuk Ikut Merasakan Kemeriahan

Besarnya antusiasme masyarakat terhadap Muktamar juga menjadi perhatian panitia. Mereka yang tidak dapat menyaksikan pembukaan secara langsung dari venue utama tetap dapat mengikuti momentum tersebut melalui sejumlah titik nonton bareng (nobar).

Panitia lokal menyiapkan videotron di sekitar Gedung Tsanawiyah Bahrul Ulum dan beberapa titik di sepanjang jalan raya. Sejumlah ribath juga disiapkan sebagai lokasi nobar bagi masyarakat.

Dengan konsep tersebut, kemeriahan Muktamar diharapkan tidak hanya terpusat di dalam venue utama, tetapi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Jombang.

Bagi Kabupaten Jombang, menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU merupakan momentum penting sekaligus kehormatan. Karena itu, kesiapan bukan hanya diukur dari berdirinya panggung dan tenda, tetapi juga dari kemampuan pemerintah daerah memberikan pelayanan terbaik kepada setiap orang yang datang.

Mulai dari lalu lintas, keamanan, kesehatan, kebersihan, penerangan hingga kenyamanan masyarakat menjadi bagian dari wajah Jombang yang akan terlihat selama pelaksanaan Muktamar.

Dengan waktu yang tersisa kurang dari sepekan, seluruh persiapan kini memasuki tahap akhir. Jombang tidak sekadar menyiapkan sebuah venue, tetapi sedang mempersiapkan wajah Kota Santri untuk menyambut salah satu momentum terbesar Nahdlatul Ulama di tahun 2026.(lil)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini