Tulungagung Suksesi Nasional – Pemerintah Kabupaten Tulungagung resmi menggelar kegiatan tanam perdana program Bongkar Ratoon Tebu Tahun 2026 di Desa Pinggirsari, Kecamatan Ngantru, Sabtu (23/5/2026).
Program ini menjadi langkah strategis daerah dalam mendukung target nasional swasembada gula yang ditetapkan pemerintah pusat, sekaligus memperkuat peran Tulungagung sebagai lumbung pertanian dan perkebunan di Jawa Timur.
Kegiatan yang dilaksanakan serentak bersama Gubernur Jawa Timur, via daring ini dihadiri oleh jajaran Forkompimda Kabupaten Tulungagung, Perwakilan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Kepala Dinas Pertanian, manajemen Pabrik Gula Modjopanggung, ketua DPD APTRI Jawa Timur, hingga para petani tebu dan pemangku kepentingan terkait.
Plt. Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, S.M., M.M., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi tinggi atas sinergi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya program tersebut. Menurutnya, pembangunan daerah senantiasa berpedoman pada visi mewujudkan masyarakat yang sejahtera, mandiri, berdaya saing, dan berakhlak mulia, dengan sektor pertanian sebagai tulang punggung utama perekonomian.
“Kabupaten Tulungagung memiliki luas wilayah 1.055,65 km² dengan jumlah penduduk lebih dari 1,1 juta jiwa. Sebagian besar aktivitas ekonomi masyarakat bergerak di sektor pertanian, perkebunan, perdagangan, dan jasa. Pada tahun 2025, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan memberikan kontribusi sebesar 18,66 persen dari total PDRB daerah yang mencapai Rp55,40 triliun. Sekitar 40 persen penduduk usia produktif bekerja di sektor ini, menjadikannya penopang utama ekonomi daerah,” ungkap Ahmad Baharudin.
Ia menegaskan, tanaman tebu merupakan komoditas strategis yang memegang peran vital dalam ketahanan pangan nasional, khususnya untuk mewujudkan kemandirian pasokan gula. Komoditas ini memiliki nilai ekonomi tinggi, menjadi penggerak roda ekonomi masyarakat, serta memberi kontribusi nyata bagi pendapatan petani dan pendapatan daerah.
Berdasarkan data tahun 2025 mencatat, luas areal tanaman tebu di Tulungagung mencapai 3.862 hektare dengan produksi mencapai 366.890 ton tebu basah. Hasil produksi tersebut menjadi pasokan bahan baku utama bagi pabrik gula yang beroperasi di Tulungagung dan wilayah sekitarnya.
“Pemerintah Indonesia menargetkan swasembada gula konsumsi pada tahun 2027 dan swasembada gula industri serta bahan baku bioetanol pada tahun 2030. Untuk mencapai itu, fokus kita adalah meningkatkan produktivitas, efisiensi rantai pasok, pengembangan varietas unggul, perluasan areal tanam, hingga peningkatan kualitas hasil panen,” jelasnya.
Melalui program Bongkar Ratoon dan Perluasan Areal Tahun 2026 yang diinisiasi Kementerian Pertanian RI, Kabupaten Tulungagung mendapatkan jatah sasaran seluas 1.055 hektare untuk kegiatan bongkar ratoon dan 174 hektare untuk perluasan lahan tanam baru.
Ahmad Baharudin berharap, para petani dapat memanfaatkan program ini sebaik mungkin. Ia juga meminta sinergi kuat antara petani, manajemen pabrik gula, Dinas Pertanian, dan seluruh perangkat daerah agar bekerja sama mencapai target yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Ia berharap momen tanam perdana ini menjadi tonggak semangat baru bagi petani tebu dalam meningkatkan produktivitas, demi mendukung penuh agenda nasional swasembada gula.(ag)




