Suksesi Nasional com Tanah bumbuBATULICIN – Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana Tahun 2026.
Dengan melibatkan kelembagaan dan organisasi masyarakat, pelatihan ini mengusung tema “Pencegahan dan Mitigasi Bencana”, pelatihan dibuka secara resmi oleh Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Sekretaris BPBD, Adventina. Bertempat di Halaman Kantor BPBD. Selasa (09/06/26).
Dalam sambutannya, relawan organisasi memegang peran krusial dalam seluruh siklus kebencanaan, mulai dari prabencana, tanggap darurat, hingga pascabencana. Sinrgitas ini dilakukan sebagai aksi nyata agar penanganan bencana di Kabupaten Tanbu ke depan dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan terorganisir.
“Dengan mengutamakan sinergitas organisaai lembaga, sosial keagamann hingga relawan kemanusian yang ada di Tanbu. Diharapkan penanganan bencana cepat, tepat dan terorganisir. Mengingat Kabupaten Tanbu memiliki tingkat kerentanan yang cukup tinggi terhadap berbagai potensi bencana, baik alam maupun non-alam,” Ucapnya.
Dia menambahkan, pelaksanaan ini juga sejalan dengan visi Bupati Tanah Bumbu, yaitu “BerAKSI Menuju Tanah Bumbu yang Maju, Makmur, dan Beradab.”
Melalui Misi penguatan sumber daya manusia dan tata kelola pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan. Pemerintah Daerah terus mendorong peningkatan kapasitas masyarakat, termasuk para relawan kebencanaan, agar memiliki kemampuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan yang memadai dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.
“Keberadaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, terlatih, dan memahami prosedur serta standar operasional penanganan bencana akan sangat menentukan keberhasilan dalam merespons situasi kedaruratan secara cepat dan tepat,” Lanjutnya.
Bupati Tanbu, menggarisbawahi bahwa relawan organisasi bukanlah sekadar elemen pelengkap. Sebaliknya, mereka adalah pilar utama dalam sistem manajemen bencana yang inklusif dan partisipatif demi membangun Kabupaten Tanbu yang tangguh dan tanggap bencana.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD, H Sulhadi melalui Sekretaris menambahkan, bahwa pelatihan ini bertujuan untuk membekali para relawan organisasi dengan pemahaman mendalam serta keterampilan praktis yang dibutuhkan di lapangan.
“Kami ingin membentuk jaringan relawan organisasi yang solid, sekaligus mendorong koordinasi yang kuat agar mereka dapat bersinergi dengan Pemerintah Daerah serta stakeholder lainnya,” pungkas Adventina.
Oleh karena itu, penguatan kapasitas relawan organisai menjadi salah satu langkah strategis untuk mewujudkan Kabupaten Tanbu yang tangguh, responsif, dan siap menghadapi berbagai tantangan kebencanaan di masa mendatang.
Pelatihan digelar 3 (tiga) hari dari tanggal 09 – 11 Juni 2026 dengan jumlah peserta 77 orang perwakilan dari Karang Taruna Kabupaten dan Desa, PMI, Baznas, PGRI, Pramuka, Orari, RAPI, NU, Muhammadiyah, LDII, Pemuda GKE, Dewan Adat Dayak, Laung Kuning, PKJR, Pemuda Pancasila, senkom, RPKS dan KPA Ulin.
Guna memberikan materi yang komprehensif, BPBD Tanbu juga menggandeng sejumlah narasumber kompeten dari lintas sektor, di antaranya terdiri dari BPBD Tanbu, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Kodim 1022, Polres, Unit SAR Batulicin dan Jhonlin Fire Rescue.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan para relawan organisasi yang tangguh dapat segera terbentuk dan siap diterjunkan kapan pun dibutuhkan. ( Win/Rid )





