Lamongan, Suksesi Nasional– Guna peningkatan pelayanan yang lebih baik, meski sudah tercantum dalam visi dan misinya, RSUD dr, Soegiri Lamongan terus berinovasi demi terwujudnya kedekatan dan kekeluargaan dalam pelayanan.
Sebagaimana Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soegiri Lamongan terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kali ini, rumah sakit plat merah tersebut meluncurkan Gerakan Gemes (Gerakan Menyapa Soegiri) untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai humanisme dan kekeluargaan dalam melayani pasien.
Direktur RSUD Dr. Soegiri Lamongan, dr. Abdur Rohman, mengungkapkan bahwa gerakan ini merupakan upaya untuk mengingatkan seluruh staf agar mengedepankan keramahan. Hal ini juga merespons masukan masyarakat terkait kualitas komunikasi petugas di lapangan.
“Tujuannya adalah untuk menumbuhkan kembali, mengingatkan kembali semua staf yang ada di RSUD ini untuk bisa memberikan pelayanan dengan mengutamakan nilai-nilai humanisme dan mengedepankan nilai-nilai kekeluargaan,” ujarnya. Jumat, (27/3/2026) pagi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Gerakan Gemes ini sebenarnya merupakan penguatan dari moto pelayanan yang selama ini sudah dimiliki oleh RSUD Dr. Soegiri, yakni 5S (Salam, Senyum, Sapa, Sentuh, dan Doakan Semoga Cepat Sembuh).
“Sebenarnya nilai-nilai itu sudah kita cantumkan di dalam moto kita. Cuma, barangkali di dalam proses pelaksanaan di lapangan itu ada kesenjangan. Ada masukan seperti, ‘Dok, stafmu kok nggak bisa senyum?’ Nah, itu kemudian kita gaungkan kembali dengan Gerakan GEMES tadi,” imbuhnya.
Aspek hospitality menjadi poin utama dalam inovasi ini. Pihak manajemen ingin menciptakan atmosfer di mana pasien maupun keluarga pasien tidak merasa asing saat berada di lingkungan rumah sakit.
“Hospitality itu bagaimana caranya supaya pelanggan yang datang merasa kayak di rumah sendiri, tidak merasa diasingkan. Ini menjadi satu ikhtiar kita untuk menampilkan sikap layanan yang berbeda. Ya, intinya RSUD dr, Soegiri Lamongan terus berkomitmen memberikan dan mewujudkan pelayanan yang lebih baik dan maksimal. Untuk itu baik pengunjung maupun pasien kita anggap layaknya keluarga sendiri, ” tegasnya.
Meski di awal penerapan kebijakan penyeragaman sapaan ini terasa cukup menantang bagi para staf, pihak RSUD optimis hal ini akan menjadi budaya kerja yang positif. Evaluasi berkala juga akan terus dilakukan melalui bagian humas untuk memastikan program berjalan maksimal.
Pihak RSUD Dr. Soegiri juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu memberikan saran maupun kritik melalui saluran hotline yang tersedia di bagian depan rumah sakit demi perbaikan pelayanan ke depan. (rul)





