Beranda Headline

Dinkes Ngawi Terus Tingkatkan Pelayanan Dan Kemudahan Untuk Masyarakat 

 

NGAWI, Suksesi Nasional.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi terus memperkuat sistem pelayanan kesehatan primer melalui penguatan integrasi layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang melibatkan Puskesmas, Klinik Pratama, serta Tempat Praktik Mandiri Dokter (TPMD). Upaya tersebut diwujudkan melalui forum koordinasi dan peningkatan kapasitas jejaring pelayanan kesehatan yang digelar di Aula 1 Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi.

 

Kegiatan yang didukung Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik Tahun Anggaran 2026 itu menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan ibu dan anak sekaligus memperkuat sistem rujukan di tingkat pelayanan primer.

 

Dalam forum tersebut, Dinas Kesehatan menyoroti pentingnya sinergi antara fasilitas kesehatan pemerintah dan swasta. Meski jumlah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Kabupaten Ngawi dinilai mencukupi, masih terdapat tantangan dalam harmonisasi tata kelola, koordinasi jejaring, serta penerapan standar operasional prosedur (SOP) rujukan yang seragam.

 

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, drg. Retno Dewi Sulistiorini, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan primer memiliki peran sentral dalam mendukung tercapainya Universal Health Coverage (UHC).

 

“Puskesmas, klinik pratama, dan tempat praktik mandiri harus menjadi satu kesatuan sistem pelayanan yang saling terhubung. Dengan penguatan integrasi ini, proses rujukan maupun rujukan balik dapat berjalan lebih efektif sehingga pelayanan kepada ibu dan anak menjadi lebih cepat dan berkualitas,” ujarnya.

Baca Juga :  Menuju Kejayaan Lamongan Melalui 3 Sektor

 

Pertemuan tersebut diikuti perwakilan tujuh Klinik Pratama swasta, tujuh Bidan Koordinator KIA, serta 24 Koordinator Jejaring Puskesmas dari seluruh wilayah Kabupaten Ngawi. Kehadiran para peserta diharapkan mampu memperkuat kolaborasi lintas fasilitas kesehatan dan menyamakan persepsi dalam implementasi layanan KIA di lapangan.

 

Selain memperkuat koordinasi, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan dan pendampingan teknis bagi seluruh jejaring pelayanan kesehatan agar mampu menjalankan sistem integrasi layanan yang lebih efektif dan terstandar.

 

Menurut Retno, keberhasilan program KIA tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas kesehatan, tetapi juga oleh kualitas komunikasi, koordinasi, dan komitmen bersama antarpenyelenggara layanan kesehatan.

 

“Tujuan akhirnya adalah memastikan setiap ibu hamil, ibu melahirkan, bayi, dan balita mendapatkan layanan yang berkesinambungan tanpa hambatan administratif maupun teknis ketika berpindah antar fasilitas kesehatan,” katanya.

 

Melalui penguatan jejaring layanan tersebut, Pemerintah Kabupaten Ngawi optimistis kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak akan semakin meningkat. Sistem rujukan yang lebih terintegrasi diharapkan mampu mempercepat penanganan kasus, menekan risiko komplikasi, serta mendukung pencapaian target Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan.

 

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen daerah dalam mendukung target pembangunan kesehatan nasional dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta meningkatkan akses layanan kesehatan yang berkualitas bagi seluruh masyarakat.(mar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini