
JOMBANG, Suksesinasional.com – Langkah awal memasuki jenjang pendidikan baru menjadi pengalaman penting bagi ratusan siswa SMAN Jogoroto. Sebanyak 359 peserta didik baru mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 yang digelar selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat (13–17 Juli 2026).
Mengusung tema MPLS Ramah, SMAN Jogoroto berupaya menghadirkan suasana pengenalan sekolah yang aman, nyaman, menyenangkan, dan penuh nilai edukatif. Kegiatan ini dirancang bukan sekadar mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter, penguatan mental, serta membangun rasa percaya diri siswa sebelum menjalani proses pembelajaran secara penuh.
Sejak hari pertama, para siswa baru diajak mengenal berbagai aspek kehidupan sekolah, mulai dari tata tertib, budaya sekolah, lingkungan belajar, hingga nilai-nilai yang menjadi fondasi dalam membangun pribadi yang unggul dan berkarakter.
Kepala SMAN Jogoroto, Mu’alim, S.Pd., M.Pd, menyampaikan bahwa MPLS merupakan momentum penting bagi siswa baru untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus membangun hubungan positif dengan guru maupun teman sebaya.
“MPLS menjadi momentum bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan sekolah, membangun persahabatan, sekaligus menumbuhkan semangat belajar dalam suasana yang aman dan menyenangkan,” ungkapnya.
Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan dengan konsep yang mendukung perkembangan peserta didik, baik dari sisi akademik maupun karakter. Sekolah ingin memastikan bahwa siswa baru mendapatkan pengalaman pertama yang positif ketika memasuki lingkungan pendidikan tingkat menengah atas.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menciptakan rasa nyaman bagi siswa. Mereka tidak hanya mengenal sekolah secara fisik, tetapi juga memahami nilai-nilai yang menjadi budaya di SMAN Jogoroto,” jelasnya.
Selama pelaksanaan MPLS, peserta didik memperoleh berbagai materi pembinaan yang berorientasi pada penguatan karakter dan kecakapan hidup. Beberapa materi yang diberikan antara lain Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, pembiasaan perilaku positif, etika dalam bermedia sosial, budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun), serta penguatan nilai Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).
Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman tentang pentingnya membangun hubungan sosial yang sehat melalui Gerakan Rukun Sama Teman. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, saling menghargai, serta bebas dari tindakan perundungan.
Mu’alim menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga bagaimana sekolah mampu membentuk generasi yang memiliki akhlak baik, kepedulian sosial, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab.
“Kami berharap siswa baru mampu tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, disiplin, saling menghormati, dan mampu memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengembangkan potensi diri. Dengan begitu, mereka dapat meraih prestasi dan cita-cita yang diharapkan,” tuturnya.
Selain penguatan karakter, SMAN Jogoroto juga terus melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Pada tahun pelajaran 2026/2027, sekolah memperkuat sejumlah program unggulan yang dirancang untuk mendukung prestasi siswa.
Program tersebut di antaranya bimbingan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) sejak kelas X, pembinaan Olimpiade Sains Nasional (OSN), pendampingan Tes Kemampuan Akademik (TKA), serta pelatihan TOEFL melalui kerja sama dengan Pusat Bahasa Universitas Airlangga.
Tidak hanya bidang akademik, sekolah juga mengembangkan program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan (SIKAP) sebagai bentuk pembelajaran inovatif yang menghubungkan pendidikan dengan keterampilan praktis dan kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui berbagai program tersebut, SMAN Jogoroto berkomitmen memberikan ruang bagi setiap siswa untuk berkembang sesuai bakat dan minatnya. Sekolah berharap peserta didik baru tidak hanya mampu mencapai prestasi di bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat sebagai generasi penerus bangsa.
Dengan pelaksanaan MPLS Ramah ini, SMAN Jogoroto menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang positif, humanis, dan inspiratif. Sebuah langkah awal untuk mencetak generasi muda yang cerdas, berkarakter, berprestasi, serta siap menghadapi tantangan masa depan.(lil)


