
Suksesinasional.com JOMBANG, – Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, SMP Negeri 1 Jombang mengawali langkah pendidikan dengan menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah bagi peserta didik baru. Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda penyambutan siswa, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun fondasi karakter, memperkuat budaya sekolah, serta mempersiapkan siswa agar mampu beradaptasi dengan lingkungan pendidikan yang baru.
Mengusung tema “Menanamkan Karakter, Literasi Digital dan Budaya Positif Sejak Hari Pertama Sekolah”, MPLS SMPN 1 Jombang dirancang dengan konsep edukatif, humanis, dan menyenangkan. Melalui kegiatan tersebut, siswa baru dikenalkan dengan berbagai aspek kehidupan sekolah, mulai dari sistem pembelajaran, tata tertib, fasilitas sekolah, budaya positif, hingga pengembangan potensi diri melalui kegiatan akademik maupun nonakademik.
Kepala SMP Negeri 1 Jombang, Rudy Priyo Utomo, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa persiapan pelaksanaan MPLS dilakukan secara matang dengan melibatkan seluruh unsur sekolah. Menurutnya, keberhasilan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah membutuhkan kolaborasi seluruh bidang, bukan hanya menjadi tanggung jawab bagian kesiswaan.
“Persiapan sekolah dalam menyambut peserta didik baru melibatkan semua bidang. Jadi tidak hanya kesiswaan saja, tetapi kurikulum juga terlibat dalam menyiapkan kegiatan matrikulasi materi pembelajaran. Kemudian sarana prasarana juga memastikan seluruh fasilitas yang dibutuhkan dapat mendukung kegiatan,” ujar Rudy, Senin (13/7/2026).
Ia menjelaskan, pada tahun ajaran baru ini SMPN 1 Jombang menerima sebanyak 352 peserta didik baru yang terbagi dalam 11 rombongan belajar (rombel). Seluruh siswa mengikuti rangkaian kegiatan MPLS yang telah disusun dengan berbagai materi, baik untuk penguatan akademik maupun pembentukan karakter.
Menurut Rudy, salah satu program utama dalam MPLS kali ini adalah kegiatan matrikulasi pembelajaran. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman awal kepada siswa terkait materi pembelajaran di jenjang SMP, sehingga mereka lebih siap menghadapi proses belajar mengajar.
“Dalam kegiatan matrikulasi, kami memberikan pengenalan materi-materi terutama yang berkaitan dengan mata pelajaran dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA), yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, dan Bahasa Inggris,” jelasnya.
Selain penguatan materi pelajaran, siswa baru juga diberikan pemahaman mengenai sistem pendidikan di SMPN 1 Jombang. Mulai dari pengenalan visi dan misi sekolah, kurikulum yang diterapkan, kegiatan intrakurikuler, hingga berbagai pilihan kegiatan ekstrakurikuler yang dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan minat.
Sekolah juga memberikan pembekalan mengenai cara belajar efektif di tingkat SMP. Hal tersebut dinilai penting karena masa transisi dari jenjang SD/MI menuju SMP membutuhkan kesiapan mental, pola belajar yang lebih mandiri, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru.
“Anak-anak perlu memahami bagaimana cara belajar di jenjang SMP, bagaimana mengikuti pembelajaran, serta bagaimana memanfaatkan kesempatan yang ada untuk mengembangkan kemampuan mereka,” ungkap Rudy.
Dalam kegiatan MPLS tersebut, pengenalan lingkungan sekolah menjadi salah satu bagian penting. Para siswa diajak mengenal berbagai fasilitas yang tersedia, seperti ruang kelas, ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang UKS, serta sarana pendukung lainnya yang menjadi bagian dari aktivitas pendidikan sehari-hari.
Menurut Rudy, pengenalan fasilitas sekolah bukan hanya sebatas mengetahui lokasi ruangan, tetapi juga menanamkan rasa tanggung jawab kepada siswa agar mampu menjaga dan memanfaatkan fasilitas sekolah dengan baik.
Selain aspek akademik, SMPN 1 Jombang juga memberikan perhatian besar terhadap pembentukan karakter melalui penerapan budaya positif sekolah. Siswa diberikan pemahaman tentang pentingnya kedisiplinan, sopan santun, tanggung jawab, kerja sama, serta membangun hubungan yang baik dengan seluruh warga sekolah.
Konsep MPLS Ramah tersebut juga menjadi bentuk komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan maupun perundungan.
Sebagai bagian dari pembekalan siswa, sekolah menghadirkan materi mengenai pencegahan bullying dan bahaya narkoba. Materi tersebut diberikan untuk meningkatkan kesadaran siswa agar mampu menjaga diri serta ikut menciptakan lingkungan sekolah yang positif.
“Untuk materi bahaya narkoba dan bullying, kami menghadirkan narasumber dari GAN. Kebetulan ketua umumnya juga merupakan wakil ketua komite sekolah yang memberikan edukasi kepada anak-anak terkait bahaya narkoba dan bullying,” kata Rudy.
Ia menegaskan, pelaksanaan MPLS di SMPN 1 Jombang tidak diarahkan pada kegiatan yang bersifat perpeloncoan, melainkan mengedepankan pendekatan yang mendidik dan membangun hubungan positif antara siswa baru dengan lingkungan sekolah.
Dalam pembukaan MPLS, Rudy yang bertindak sebagai pembina upacara juga menyampaikan pesan kepada peserta didik baru agar segera beradaptasi dengan lingkungan sekolah serta memiliki semangat belajar yang tinggi.
Ia mengajak para siswa untuk bangga menjadi bagian dari SMPN 1 Jombang dan memanfaatkan kesempatan belajar sebaik mungkin. Menurutnya, berada di lingkungan sekolah yang memiliki banyak siswa berprestasi harus menjadi motivasi untuk terus berkembang.
“Kalian sekarang berada di tengah-tengah siswa yang berprestasi. Harapannya kalian bisa termotivasi, semakin semangat belajar, dan nantinya juga ikut menjadi siswa yang berprestasi,” pesannya.
Rudy berharap seluruh siswa baru dapat menjalani proses pendidikan di SMPN 1 Jombang dengan penuh semangat, tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter yang kuat sebagai bekal menghadapi masa depan.
Rangkaian MPLS nantinya akan ditutup dengan kegiatan perkemahan Jumat malam. Kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kebersamaan, kemandirian, serta membangun rasa kekeluargaan antar siswa sebelum seluruh rangkaian pengenalan lingkungan sekolah berakhir.
Melalui MPLS Ramah ini, SMP Negeri 1 Jombang menunjukkan komitmennya dalam menciptakan generasi baru yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter positif, bijak dalam memanfaatkan teknologi digital, serta mampu menjadi bagian dari lingkungan sekolah yang aman dan menyenangkan.(lil)

