Beranda Headline

Krawitan dan Tari Tayub Jadi Momentum Bersih Desa Mrahu

MAGETAN, Suksesinasional.com – Ritual di perdanyangan merupakan tradisi upacara adat istiadat yang masih dilestarikan oleh masyarakat Jawa. Dimana orang yang di tuakan atau yang saat ini Kepala desa (Kades) mengajak masyarakat untuk nguri – nguri slametan dan tabur bunga di punden saat bersih desa.

Seperti halnya upacara adat istiadat bersih desa Mrahu Kecamatan Kartoharjo Kabupaten Magetan pada hari Rabu pahing 02/09/2026. Puryanto S.T mengajak masyarakatnya ke punden untuk melakukan upacara Adat istiadat. Tradisi Upacara Adat Bersih Desa mrahu identik dengan gamelan krawitan yang di mainkan oleh ibu-ibu perangkat desa dan PKK juga tari tayub,di lakukan juga doa bersama.

Puryanto selaku kades Mrahu mengatakan tradisi adat istiadat ini merupakan peninggalan nenek moyang yang wajib kita lestarikan,tradisi peninggalan leluhur yang di uri-uri kabudatan harus kita lestarikan dan kita peringati tiap tahunnya, adat istiadat ini bagian sejarah peninggalan nenek moyang yang cikal bakal desa., yang mana di percayai masyarakat untuk mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas Riski dari hasil panen dan masyarakat diberikan kerahmatan kesehatan, kesejahteraan hidup guyub rukun.

Kades juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat desa mrahu yang masih melaksanakan dan melestarikan peninggalan leluhur.

Baca Juga :  Sukseskan Regsosek 2022, Data Valid dan Akurat Untuk Pembangunan Lamongan Yang Tepat Sasaran

” Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita limpahan Rahmat sehingga kita semua masih dapat melakukan upacara Adat istiadat peninggalan leluhur,saya sangat berterima kasih, saya juga sangat apresiasi kepada ibu kader PKK dan ibu perangkat desa yang selalu mengiringi dengan gamelan krawitan ya, sekali lagi saya mengucapkan banyak terima kasih.”paparnya

Upacara adat ini saya berharap jangan di kait – kaitkan dengan ke agamaan yang mana di anggap menyekutukan alloh, ini sebagai dari ungkapan syukur kita atas limpahan Riski yang di berikan oleh Allah SWT dari hasil panen tahun ini.

Kita tata niat sedekah dan syukur, marilah kita tundukan kepala sejenak untuk berdoa bersama mendoakan para leluhur yang cikal bakal desa Mrahu, tradisi ini sudah menjadi turun – temurun yang di wariskan pada kita, ” pungkasnya.

Sedekah Bumi/ Bersih desa Mrahu identik dengan tari tayub,juga tampak antusias masyarakat berkumpul di punden dengan membawa tumpeng dan nyekar yang di percayai petilasan peninggalan leluhur. (rhez)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini