Beranda Headline

Plt Bupati Ahmad Baharudin, buka Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di kelurahan Kepatihan

 

 

Suksesi nasional.com – Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, secara resmi membuka acara Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, dengan semangat kolaborasi dan aksi nyata yang digelar di Kelurahan Kepatihan RT 003 RW 009, Kecamatan Tulungagung, Jumat (5/6/2026).

 

Pemkab Tulungagung bersama berbagai pihak terkait serta elemen masyarakat mendeklarasikan Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber sebagai langkah konkret menghadapi tantangan perubahan iklim dan persoalan lingkungan yang semakin kompleks.

Acara yang dihadiri perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Forkopimda, perangkat daerah, camat se-Kabupaten Tulungagung, komunitas lingkungan, sekolah Adiwiyata, organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan, hingga berbagai elemen masyarakat. Acara dibuka langsung oleh Plt. Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin.

 

Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan panggilan bersama untuk menjawab berbagai tantangan lingkungan yang semakin kompleks.

Menurutnya, dunia saat ini menghadapi ancaman serius berupa perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan yang membutuhkan langkah nyata dari seluruh lapisan masyarakat.

 

“Permasalahan lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah saja. Dibutuhkan kerja sama seluruh pemangku kepentingan dan partisipasi aktif masyarakat untuk menjaga keberlanjutan bumi bagi generasi mendatang,” ujarnya.

 

Pada tahun 2026, Hari Lingkungan Hidup Sedunia mengusung tema global “Inspired by Nature For Climate, For Our Future” Tema tersebut menekankan pentingnya solusi berbasis alam, penguatan partisipasi masyarakat, serta pemanfaatan teknologi hijau untuk mengurangi dampak perubahan iklim yang semakin nyata.

 

Sementara itu, Pemerintah Indonesia mengangkat tema nasional “Saatnya Bekerja untuk Iklim” sebagai ajakan agar masyarakat tidak berhenti pada tingkat pengetahuan dan kesadaran semata, melainkan bergerak menuju tindakan konkret yang memberikan dampak langsung terhadap lingkungan.

Baca Juga :  Pemkab Tanbu Gelar Rakoor Persiapan Peringatan Hari Pahlawan 

 

Dalam kesempatan tersebut, Plt. Bupati juga menyoroti pentingnya Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai upaya membangun budaya hidup ramah lingkungan. Melalui gerakan tersebut, nilai-nilai pelestarian lingkungan diharapkan dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

 

Ia menegaskan bahwa perubahan besar dalam upaya penyelamatan lingkungan selalu berawal dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, mulai dari lingkungan keluarga, rukun tetangga, hingga komunitas lokal.

 

“Dengan membiasakan memilah sampah dari rumah, mengurangi limbah, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar, kita telah berkontribusi dalam pengurangan emisi dan pengendalian perubahan iklim,” ucapnya.

 

Deklarasi Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber yang dilaksanakan di Kelurahan Kepatihan menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

 

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran warga untuk mengelola sampah sejak dari sumbernya sehingga dapat mengurangi beban tempat pembuangan akhir sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

 

Melalui kegiatan ini, Pemkab Tulungagung juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan. Upaya tersebut dinilai penting untuk mendukung target penurunan emisi gas rumah kaca serta menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.

 

Menutup sambutannya, Ahmad Baharudin mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sebagai titik awal memperkuat gerakan kolektif dalam menjaga bumi.

 

“Perubahan tidak akan terjadi tanpa tindakan. Saatnya kita bekerja untuk iklim, dimulai dari lingkungan terkecil di sekitar kita,” pungkasnya

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini